• October 3, 2016
Penandatanganan MoU dengan  KPRI Tegas

Senin, 3 Oktober 2016 Kopkun Institute melakukan pendantanganan MoU kerjasama pendampingan dengan KPRI Tegas. Pertemuan hari itu dihadiri oleh 9 orang dari Pengurus dan Pengawas KPRI Tegas dan 4 orang dari Kopkun Institute.

MoU berisi kerjasama pendampingan Kopkun Institute untuk mengembangkan toko KPRI Tegas, Kec. Sumbang, Banyumas. Drs. Rokhmat , Ketua KPRI Tegas, “Kami membutuhkan bantuan Kopkun Institute mengembangkan toko kami. Karena kami, Pengurus, sudah habis energi sebagai guru di sekolah masing-masing. Dan kami sendiri memang tidak mampu mengelola toko itu bagaimana”, ujarnya.

Sebelum sampai MoU itu, Kopkun Institute telah menyusun dan mempresentasikan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) pengembangan toko tersebut. Herliana, HC., “Saat itu presentasi di depan seluruh anggota KPRI Tegas ketika studi banding di Yogyakarta. Responnya positif dan antusias”, katanya selaku Pakar Kopkun Institute.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan mulai 4 Oktober 2016 selama 3 bulan mendatang. Targetnya akhir November 2016 sudah bisa dilakukan grand opening Tegas Mart. Kopkun Institute punya tiga skema kerjasama: Based on Project yakni pendirian atau pengembangan unit usaha tertentu dengan jangka waktu 3 bulan; Pendampingan yakni mengembangkan dan menjaga stabilitas unit usaha, dilaksanakan 1-2 tahun; Manajer Bersama yakni pengembangan seluruh potensi yang ada di koperasi sesuai dengan recana strategis tertentu, dengan jangka waktu 3-5 tahun.

“Pendampingan koperasi Kopkun Institute ini dibiayai secara mandiri oleh koperasi-koperasi mitra. Itu hal yang bagus, karena menunjukkan keswadayaan koperasi. Saat ini Kopkun Institute mendampingi 5-6 koperasi di Banyumas”, terang Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas koperasi di Banyumas yang sebagian besar terkendala masalah manajemen.

Skema yang diperkenalkan Kopkun Institute adalah perkawinan anak muda dan sesepuh. Anak-anak muda diharapkan bisa mengawal tata kelola koperasi lebih produktif dan berlari kencang. Sedang sesepuh koperasi yang ada merupakan penjaga gawang kebijakan di koperasinya masing-masing. Skema itu merupakan terobosan yang paling realistis dengan memperhatikan ketersediaan SDM. []

Short URL: http://bit.ly/2dm5yD9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.