• May 27, 2018
Fasilitasi Perumusan Rencana Strategis KOWAPI Banyumas

Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (KOWAPI) Kabupaten Banyumas sedang menggeliat. Menyongsong geliat itu mereka tahapkan melalui Rencana Strategis (Renstra). Renstra merupakan proses perumusan rencana jangka panjang suatu lembaga atau perusahaan. Tujuannya untuk memberi kerangka besar tentang bagaimana lembaga mencapai visinya.

Kowapi Banyumas merasa perlu untuk memiliki Renstra. Mereka minta Kopkun Institute fasilitasi prosesnya selama dua hari, yakni 26-27 April 2018 di Baturraden. “Beberapa fasilitator utama diterjunkan kawal prosesnya: Herliana, HC., Sarwono, HC., dan Firdaus Putra, HC.”, terang Vledy Afief, HC., Deputi Pelatihan Kopkun Institute.

Proses itu dimulai dengan memberi gambaran soal tantangan koperasi masa depan. Bagaimana kondisi eksternal menyajikan banyak tantangan, turbulensi dan berbagai persoalan penting lainnya. Mulai dari aspek ekonomi, politik, teknologi baru, sosial, hukum dan sebagainya. Dalam proses itu, peserta yang berjumlah 40 orang, diminta menganalisis dan menyampaikan analisisnya.

Proses berikutnya adalah menganalisis kondisi internal Kowapi. Oleh fasilitator, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Di sana berbagai kekuatan dan kelemahan internal diurai satu persatu. Sebelum memulai sesi itu, fasilitator menyampaikan agar setiap peserta bersikap open mind, terbuka, transparan dan jujur. Bila ada kekurangan, maka tulislah dengan jujur. “Pengurus juga jangan defensif bila nanti banyak input-input baru dari peserta”, terang fasilitator.

Sebelum memulai sesi itu, fasilitator menyampaikan agar setiap peserta bersikap open mind, terbuka, transparan dan jujur. Bila ada kekurangan, maka tulislah dengan jujur.

Kegiatan itu diikuti oleh Pengurus, Badan Pengawas serta Pengurus-pengurus Kelompok. Pasalnya Kowapi merupakan salah satu koperasi di Banyumas yang menyelenggarakan sistem Tanggung Renteng. Efektivitas sistem itu melalui ikatan kelompok anggota yang berisi 20-30 orang. Setiap kelompok memiliki koodinator kelompok. Di sana dinamika kelompok dikelola oleh masing-masing koordinatornya.

Pada kesempatan Renstra itu, visi Kowapi juga ditinjau ulang. Tujuannya agar visi benar-benar menjadi arah, mimpi dan ancangan koperasi harus kemana. Kondisinya saat ini meski Kowapi memiliki anggota 300-an orang dengan aset milyar rupiah, Kowapi masih berasa seperti kumpulan Dasa Wisma daripada sebuah koperasi moderen.

Beberapa isu strategis yang mengemuka dalam proses itu adalah perlunya Kowapi mengembangkan basis keanggotaan ke kecamatan-kecamatan lain. Saat ini operasional Kowapi hanya seputar kecamatan Purwokerto semata atau area perkotaan. Padahal potensi besar wirausahawan perempuan juga muncul di kecamatan lainnya.

Isu yang lain yakni Kowapi perlu membangun sistem manajemen moderen. Dengan jumlah anggota yang terus meningkat, sebaran pinjaman serta serapan simpanan yang banyak, Kowapi perlu mengelolanya secara profesional. Tujuannya agar anggota dapat terlayani dengan baik, pertumbuhan terjadi dan Kowapi makin besar.

Vledy Afief, HC., menerangkan, “Rencana strategis ini penting untuk koperasi. Banyak koperasi di Jawa Tengah belum memiliki Renstra. Dan template Renstra yang kami buat mudah untuk diikuti, tidak njlimet, karena orientasinya ke aksi. Itulah salah satu yang kami kerjakan di Kopkun Institute”, tutupnya. []

Short URL: http://bit.ly/2shAlXD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.