Apa yang Baru di Koperasi?

Apa yang Baru di Koperasi?

Oleh: Firdaus Putra, HC. Pepatah Latin bilang, “Nihil sub sole novum”. Katanya tak ada yang sama sekali baru di bawah matahari. Biasanya itu terlontar saat ada ide baru dan ternyata ada kemiripan dengan sebelumnya. Ya, seperti ironi atau sindiran. Kalau demikian, nampaknya pepatah itu belum cocok disampaikan kepada gerakan koperasi Indonesia. Pasalnya, memang belum ada […]

Koperasi Mahasiswa: Kumpulan Aktivis atau Organisatoris?

Koperasi Mahasiswa: Kumpulan Aktivis atau Organisatoris?

Oleh: Firdaus Putra, HC Ada sekitar 150an Koperasi Mahasiswa (Kopma) di Indonesia. Dan bila tiap Kopma sekurang-kurangnya memiliki 50 Pengurus dan Pengawas, paling tidak ada sekitar 7500 aktor. Persoalannya apakah 7500 aktor tersebut tergolong aktivis atau sekedar organisatoris?[2] Dalam praktiknya para Pengurus dan Pengawas itu dikenal sebagai “aktivis” Kopma. Namun sebenarnya apakah klasifikasi itu sudah […]

Tentang Koperasi yang Politis

Tentang Koperasi yang Politis

Oleh: Dodi Faedulloh, HC. SETELAH tahun lalu gerakan koperasi berhasil menggagalkan undang-undang perkoperasian yang berkarakter kapitalis, keringat belum kering, kini insan-insan koperasi tampaknya masih harus siap-siap standbymenyingsingkan lengan baju mengawal dan memperjuangan demi undang-undang perkoperasian yang sejati. Seperti yang dijelaskan Kawan Suroto bahwa draft RUU Perkoperasian pengganti yang baru pun masih tetap memiliki problem mendasar […]

HC sebagai Strategi Presentasi Orang Koperasi

HC sebagai Strategi Presentasi Orang Koperasi

Atribusi atau gelar HC diperlukan sebagai strategi politik identitas gerakan koperasi tanah air. Politik identitas ini merujuk pada upaya untuk membangun identitas kolektif guna memperoleh dan/ atau merebut pengakuan diskursif yang lebih luas. Dalam konteks ini, penggunaan gelar atau atribusi HC merupakan bentuk struggle for recognition gerakan koperasi Indonesia untuk bersuara dengan suara dan mulutnya […]