Bye Spotify, Musisi Mengambil Alih Kepemilikan Dengan Koperasi

“Ada platform streaming yang menguntungkan keduanya, musisi dan pendengar”

Jon Davies memulai perjalanan karir nya dengan menciptakan music eksperimental mengenai eksploitasi manusia dan linkungan. Seperti beberapa artis independen, Davies tidak mengharapkan mendapatkan banyak profit dari download digital atau streaming music, sehingga dia bergantung pada banyak hal untuk mencari nafkah.

Dia berkeja lima hari dalam seminggu sebagai resepsionis di music local yang berada di Liverpool, UK. Dia juga mencari tambahan pekerjaan paruh waktu  sebagai resepsionis di café OTO untuk mendapatkan500 pounds sesuai dengan kebutuhan untuk membayar biayas sewa dan tagihan. Menghasilkan uang dari music online tidak ada dalam gambaranya.

“Berdasarkan pengalaman saya, saya cenderung tidak menghasilkan uang dari layanan streaming” Kata Davies

Dia telah membuat music dengan alias “Kepla” sekitar 3 tahun. Dia sedang mencari alternative platform yang menyediakan  streaming skala besar seperti Spotify, yang mana penyanyi dibayar dalam jumlah yang sangat sedikit dari royalty per stream, ketika dia datang ke Resonate.

Resonate, berada di Berlin dan didirikan oleh founder dan CEO Peter Hariis tahun 2015, dengan tujuan untuk mengumppulkan uang dan kekuatan di tangan musisi. Konsep ini menggunakan tiga point penjualan utama; alternative untuk layanan berlangganan (subscribe) bulanan, inovasi teknologi untuk menunjukan transparansi dan efisiensi dalam pembayaran para artis, dan itu adalah model koperasi”

“Ini adalah protes melawan kapitalisme. Ini adalah protes melawan model Sillicon Valley seperti startup, platform dan lainya, ini adalah protes melawan cara musik didistribusikan dan dikonsumsi,” kata haris

Harris adalah musisi dan artist electronic. Setelah mencoba musiknya dalam beragam platform streaming, dia menyadari bahwa tidak ada yang memberikan penawaran sesuai dengan keinginanya- jadi dia mendirikan milik dia sendiri.

Berdasarkan The Trichordist, setiap kali lagu streaming di dengarkan oleh pendengan di spotify, musisi mendapatkan rata rata $0.00397 dari royalty. Atau kuran dari 1 sen. Namun, Spotify adalah platform layanan streaming kedua paling popular, setelah apple Music dengan 70 juta subscriber berbayar di seluruh dunia.

Beberapa rekaman independen menolak untuk direkam karena mereka takut jika mereka mengkritik Spotify, mereka akan di blacklist”. Harris mengatakan “ Sesunggunghnya terdapat kekuatan dinamis yang sangat berbahaya, dan juga mengungkapkan bahwa disana terdapat keinginan yang kuat untuk sesuatu yang berbeda”

Dia juga membandingkan dengan Jay-Z Tidal, yang mana juga mengklaim untuk memberikan kekuatan lebih dan keuntungan kepada musisi, telah melenceng.

“Jika mereka mendapatkan dipanggung milik Tidal’s pengumuman besar dan selanjutnya setiap dari bintang adalah seseorang sepenuhnya tidak mengetahui dan akan mengatakan “ Kita akan membangun pelayanan untuk nama besar dan orang yang belum pernah kamu dengar”, maka bisa jadi Resonate tidak akan dibutuhkan untuk ada” Kata Harris. “ pada kenyataanya adalah, seniman yang memilikinya adalah segelintir yang sangat kaya. Kita membandingkanya dengan resonate, dimana setiap seniman dan anggota memilikinya”

Berdasarkan laporan 2014 dari MIDiA Consulting, 77% pendapatan music masuk ke 1%  seniman yang terkenal.

Saya memiliki pengalaman tangan pertama bagaimana keras itu musisi dari latarbelakang itu sesungguhnya menghasilkan uang” Kata Natalia Linares

Linares bekerja di insdustri music selama 12 tahun sebagai penerbit dana manager untuk artis mandiri, berpengalaman bagaimana tidak adilnya bisnis, terutama untuk seniman dari latar belakang minoritas. Dia sekarang pengurus di Resonate.

“itu sangat mengeksploitasi, model seperti Spotify dan iTunes tidak dibangun untuk mendukung para musisi” kata dia. Jika (resonate” dapat bekerja, dan kita bisa mendirikan ini dan menunjukan bahwa memungkinkan membangun platform dimana musisi dan pendegar sesungguhnya berbagi dan mendapatkan benefit dari platform itu , itu pasti akan mmeberikan kontribusi yang besar. Itu adalah sesuatu yang sangat berharga untuk memperjuangkan dan menjadi bagian dari itu.

Resonate adalah koperasi, karena itu musisi, pengurus dan pendengar semuanya memiliki saham di perusahaan dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan websitesnya, 45% dari keuntungan tahunan resonate dibagikan kepada musisi, 35% untuk pendengar dan 20% untuk staff koperasi.

Alternatif Resonate untuk layanan berlangganan bulanan didasarkan pada model streaming-to-own. Pendengar membayar harga murah untuk streaming lagu untuk pertama kalinya, yang berlipat ganda dengan setiap memutar lagu hingga sebanding dengan harga unduhan iTunes reguler, $ 1,29. Setelah sembilan lagu tersebut dibayar penuh, dan pendengar dapat mengunduhnya dari layanan.

“itu dibutuhkan kira kira antara 150 sampai 200 plays di spotify untuk mencapai harga download, dan kita hanya membutuhkan 9” kata harris.

Resonate juga menggunakan blockchain, teknologi buku besar online di balik Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, untuk menciptakan cara yang lebih transparan dalam melacak dan mendistribusikan pembayaran serta lebih banyak privasi pengguna dan kekuatan atas data pribadi dan interaksi pada layanan.

Blockchain memungkinkan untuk penguuna “smart contract” yang mana bisa lebih efisien dalam membayar musisi.

“Kamu bisa memiliki smart contract yang akan mengirimkan 30% kepada musisi, 25% ke pemain gitar dan membagi sisanya kepada empat anggota band lainya,” Kata harrirs. “ Smart contract akan menerima uang dan mendistribuskannya secara instan”

Davies mengatakan bahwa aspek blockchain adalah salah satu factor utama yang membuat dirinya tertarik bergabung ke Resonate.

“Sebagai musisi bawah tanah, saya berpikir bahwa tidak baik politisi meremehkan teknologi seperti blockchain, yang mana cepat atau lambat  tidak hanya menangani persoalan currency mata uang tetapi juga kontrak perjanjian dan dokumen digital.” Kata Davies

Dia mempercayai Resonate akan lebih bermanfaat untuk musisi setiap lagu yang popular and banyak orang yang mulai menggunakanya untuk streaming. Harris mengatakan layanan tersebut kurang lebih memiliki 5000 anggota musisi, dan 1000 pendengar.

Bulan Maret, Resonate mendapatkan investasi sebesar $1 juta dari RChain,  system koperasi blockchain yang berbasis di Seattle, untuk mengembangkan teknologi.

Diterjemahkan dari https://bit.ly/2LbUmHT

 

Short URL: http://bit.ly/2MdG8Gb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.