• August 30, 2018
Workshop Coop Platform, Worker Coop dan Coop Start Up : Meretas Era Baru Koperasi di Indonesia

Kopkun Institute (ekonomi sosial dan koperasi) menyelenggarakan Workshop menganai Coop Platform, Worker Coop dan Coop Startup dengan tema Meretas Era Baru Koperasi Indonesia. Dengan Pembicara utama dan pelaku best practise koperasi genre baru dari berbagai daerah. Sebanyak 45 peserta mengikuti workshop ini yang di selenggarakan pada 27-28 Agustus 2018, di Baturaden, Banyumas.

Anis Saadah selaku Managing Officer Kopkun Instute menyampaikan pada saat pembukaan “Ketika di bagian dunia lain aneka model koperasi berkembang, di Indonesia model koperasi masih konvensional. Bila kita acu Kementerian Koperasi dan UKM RI, maka modelnya hanya ada lima: koperasi simpan pinjam (termasuk syariah), koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi distribusi dan koperasi jasa. Dari lima model itu didominasi oleh koperasi simpan pinjam mencapai 55% dan koperasi konsumsi 30% data tahun 2016 (berdasar ODS). Dan sisanya terdistribusi ke bentuk-bentuk lainnya. Model-model seperti koperasi pekerja atau worker coop dan koperasi sosial atau social coop, nyaris tidak atau belum ada”

Hal di atas mengindikasikan inovasi koperasi tidak berkembang sehingga tidak responsif terhadap zaman. Di sisi lain dengan meningkatnya akses internet dan perkembangan teknologi, ekonomi berkembang pesat. Di dunia dikenal sebagai model sharing economy atau collaborative economy. Di Indonesia model itu sudah berjalan lima tahun ke belakang dengan aneka varian, yang naik daun adalah Gojek, Grab, Traveloka, Tokopedia dan seterusnya. Embrionya sudah ada sejak tahun 2000 awal yang dikenal sebagai boom bisnis dotcom. Yakni bisnis-bisnis yang melakukan pemasaran secara online berbasis website.

Pentingnya melihat fenomena di atas workshop ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta mampu mengeksplorasi ulang visi koperasi dalam meretas era baru dalam teknologi digital dan ekonomi platform untuk sustainability dan inklusifitas koperasi. Inovasi model koperasi telah dibedah dalam workshop kali ini adalah Coop Platform, Worker Coop dan Coop Startup.

Peserta kegiatan mayoritas anak anak muda yang sudah mengawali mendirikan koperasi dengan model baru.  Koperasi Riset Purusha, Meridian.id, Sama.id, Narakopi, Tuban Kreatif Hub, Serikat Buruh Bekasi , Startup Amikom Purwokerto, Koperasi Mahasiswa, Bisnis Platform Click Quick, Pedi Help and Cleaning, Esensiana, dan Pedi Solution. Hampir semua sudah berbentuk koperasi, dan sebagian akan merubah ke dalam konsep koperasi.

Dalam kegiatan ini workshop menggabungkan konsep antara Brainstorming dan Showcase best practice dari pengalaman peserta. Narasumber utama yakni  Camilla Carabini Director Coopermondo Confcooperative, Italia. Suroto,HC Selaku ketua AKSES, Dr.Hizkia Yossie Polimpung, Koperasi Riset Purusha, Firdaus Putra, Direktur Kopkun Institute, dan Herliana, CEO Kopkun Group.

Hari kedua kegiatan lebih mengurucut lagi dalam roundtable yang di bagi ke dalam dua group untuk menyusun template langkah ke depan. Group pertama berasal dari mereka yang akan memulai difasilitatori oleh Herliana (CEO Kopkun Group) bagaimana langkah langkah mendirikan koperasi pekerja, coop platform dan coop startup. Dan Group kedua terdiri dari mereka yang sudah merintis koperasi model baru dalam upaya pembentukna Konsorsium Inovasi Koperasi Indonesia (KIKI) yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan model model baru koperasi di Indonesia difasilitatori oleh Firdaus Putra (Direktur Kopkun Institute.

Diharapkan Workshop ini tidak berakhir setelah kegiatan dua hari tersebut. Ini adalah awal mula dari merintis koperasi generasi di Indonesia yang lebih berwarna dan ragam bentuk yang lebih adaptif dari perkembangan zaman dan mampu menjadi inti perekonomian dari anak anak muda,

 

Short URL: http://bit.ly/2LFN3Hp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.