• August 23, 2016
Reformasi Total Koperasi, Diskusi Bersama Staf Khusus Menteri

Diskusi ini digagas oleh Dekopinda Banyumas, Kopkun Institute dan PLUT Jateng. Hadir pada diskusi informal ini akademisi, praktisi, koperasiawan, pemerhati dan pecinta gerakan koperasi yang tergabung dalam WAG (WA Group Ekonomi Koperasi Banyumas). Bertempat di Gedung PLUT Purwokerto, Dukuhwaluh, diskusi informal ini di gelar. Diskusi dimoderatori oleh Firdaus Putra, HC. (Direktur Kopkun Institute) dan prakta oleh Bapak Legowo (Pengurus Dekopinda Banyumas) dengan pemantik Teguh Budiana, Staf Khusus Menteri Koperasi.

Beliau menyampaikan arahan strategis Menkop RI bahwa Indonesia perlu melakukan reformasi total koperasi dengan menekankan pada agenda: (1) Rehabilitasi; (2) Reorientasi dan; (3) Pengembangan. Fase Rehabilitasi yang dimaksud menekankan pada validasi koperasi sehinga terpetakan mana koperasi  yang masih eksis dan mana yang sudah mati suri atau tinggal papan nama. Untuk mendukung rehabilitasi ini, akan dilakukan pembubaran koperasi yang tidak operasional atau tidak aktif. Namun demikian, pemerintah sangat berhati-hati dalam pembubaran ini sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pada fase Reorientasi, fokus bergeser dari pertumbuhan (jumlah) menjadi kualitas. Untuk itu, penataan kelembagaan menjadi perhatian agar koperasi. Pada fase Pengembangan, yang menjadi fokus adalah bagaimana koperasi memiliki usaha/ layanan dan  berkemampuan mengembangkan kemanfaatannya kepada anggota dan masyarakat. Teguh Budiana menekankan bahwa koperasi sukses bila memiliki efek nyata terhadap kesejahteraan anggota. Oleh karena itu, koperasi harus mampu mengembangan layanan  yang membuat anggota bisa merasakan manfaat yang nyata.

Teguh Budiana juga menyampaikan keprihatinannnya terhadap lemahnya koperasi dalam sektor rill. “Koperasi sulit memberikan kemanfaatan ekonomi yang luas bila tidak mengeluti sektor riil”, katanya. Ke depan, Pemerintah mencanangkan di tiap kabupaten minimal ada tiga koperasi yang bagus dan menjadi model.  Ide beliau, “Indonesia harus membangun koperasi kembali dari pengembangan koperasi konsumen”. Lewat koperasi konsumen, potensi kebutuhan masyarakat bisa dipersatukan untuk memperoleh harga yang lebih efisien.

Dalam sesi diskusi ini, Bapak Anisur, Dekan Pertanian Unsoed menyampaikan bahwa dalam koperasi telah kehilangan semangat self help. Hal ini penting agar koperasi bisa menemukan efektivitasnya. Kewirausahaan dalam koperasi juga perlu dikembangkan sehingga mencapai efisiensi operasionalnya.

Tantangan lain dari koperasi adalah bagaimana anggota tetap loyal. Ketergantungan antara anggota dengan koperasi dan sebaliknya dalam skema interdependensi harus terus terbangun. “SHU bukan lah fokus koperasi tetapi bagaimana mengembangkan unit layanan yang kian mempercepat pertumbuhan usaha anggota”, terang Dekan Pertanian itu.

Sementara itu, Ibu Dani Kusumastuti, dosen IAIN Purwokerto dan juga pembina pra-koperasi IIBF (Indonesia Islamic Business Forum), menyampaikan keterpanggilannya dalam agenda reformasi koperasi. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah penguatan pendidikan koperasi bagi Pengurus, Pengawas, Pengelola dan Anggotanya.

Dalam memberi tanggapan atas berbagai pertanyaan, beliau memberikan satu pernyataan bahwa koperasi itu harus terbangun dan juga membangun dirinya. Oleh karena itu, koperasi itu harus bisa memberdayakakan masyarakat (baca: anggotanya). Sejarah mencatat bahwa banyaknya fasilitas terhadap koperasi telah menciptakan ketergantungan dan menghilangkan kemandirian. Artinya, fasilitas tersebut gagal menciptakan koperasi yang mandiri dan memiliki daya tahan yang kuat.

Satu hal lagi yang menjadi catatan bahwa tidak sedikit fasilitas bantuan yang kemudian menimbulkan persoalan-persoalan hukum. Menyitir pendapatan Revrisond Baswir, dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan pemerintah harus menyiapkan tiga hal: (1) Modal uang, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk berproduksi; (2)  Modal ilmu pengetahuan, sehingga masyarakat memiliki kompetensi dalam apa yang dikerjakan dan; (3) Modal institusional, sehingga masyarakat bisa melakukan pekerjaannya secara legal. []

Diringkas dari: http://www.dekopinda-banyumas.org/2016/08/diskusi-koperasi-bersama-staff-khusus.html

Short URL: http://bit.ly/2bIN0Ki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.