• December 11, 2017
Proposal Rekayasa Ulang untuk PUSKUD-KUD Jawa Tengah

Kopkun Institute diminta PUSKUD Jawa Tengah menemani brainstorming bersama segenap Pengurus, Pengawas dan Manajemen serta Anggota dalam menyusun rencana srategis tahun 2018. Dalam kesempatan itu M. Arsad Dalimunte, HC., memberi motivasi umum bagaimana perubahan harus dilakukan secara sistematis dengan memetakan berbagai tahapannya. Beliau memberi gambar besar bahwa perubahan PUSKUD dan KUD itu harus dilakukan agar tidak ditinggal zaman.

Pada sesi berikutnya, Firdaus Putra, HC., melempar proposal soal rekayasa ulang KUD. “Kita kenal gagasan revitalisasi KUD sejak 2002. Dan tahun ini, 2017, masih sama kita bicara revitalisasi. Artinya 15 tahun isu itu tidak berubah, artinya gagal”, tegasnya menggedor peserta. Hal itu terkonfirmasi saat melihat data bahwa dari 290an KUD anggota PUSKUD hanya 5-10% yang core business-nya masih bergerak di bidang pertanian atau pangan. “Sebagian besar KUD bergerak di Simpan Pinjam dan ritel. Namun justru 90-95% itulah daya hidup KUD saat ini. Maka harus kita rekayasa ulang dengan daya ungkit menggunakan teknologi finansial”, terangnya.

 

Pada sesi ketiga, Herliana, HC., menurunkan proses rekayasa ulang tersebut menjadi tiga bidang umum: rekayasa kelembagaan, rekayasa keanggotaan dan rekayasa usaha. “Dalam rekayasa kelembagaan, KUD-KUD yang kecil harus mulai dimerger satu sama lain agar memiliki skala yang cukup. Rekayasa keanggotaan dilakukan untuk merasionalkan anggota riil dan membuka keanggotaan baru. Dan ketiga, rekayasa usaha, Simpan Pinjam yang mayoritas dijalani KUD, perlu dijadikan pilar untuk kemudian dimekarkan ke arah sektor riil, baik produksi maupun konsumsi”, terangnya.

Di sesi akhir, Kopkun Institute hadirkan pengembang teknologi finansial (fintech) koperasi dari Bandung dan Bali. Tim Bandung dan Bali secara bergantian mengenalkan SAKTI Link yang telah dijalankan di KSP TEB Bali. “Pengalaman kami bahwa anggota-anggota mulai mengarah pada layanan. Jadi kami kembangkan teknologi yang bisa menjawab kebutuhan anggota”, terang salah satu Tim.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Desember 2017 itu dilaksanakan mulai pukul 08.30 dan ditutup pada pukul 17.00. Sesi diskusi dan tanya jawab peserta direspon bergantian oleh Pengurus PUSKUD dan Tim Kopkun Institute. Dalam penutupannya, Wakil Ketua, Ahmad Jazeri mengatakan, “Perubahan itu niscaya, KUD harus lakukan itu bila tetap mau hidup sampai tahun-tahun mendatang”, tegasnya. []

Materi Unduhan:

  1. Mengembangkan Daya Hidup PUSKUD-KUD di Era Disruptif [klik di sini]
  2. Presentasi Teknologi Finansial SAKTI Link [klik di sini]
Short URL: http://bit.ly/2kkjzmS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.