• January 21, 2017
Peserta Penyuluhan Aman Pangan Membludak

Kerjasama dengan PLUT KUMKM Jateng, Kopkun Institute gelar penyuluhan aman pangan. Pesertanya adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki produk pangan. Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung PLUT Dukuh Waluh pada 19 Januari 2017 lalu.

“Ini merupakan salah satu tahap agar teman-teman UMKM dapat memperoleh izin edar berupa PIRT atau Pangan Industri Rumah Tangga. Kami telah menyiapkan Gerai UKM di Kopkun Swalayan. Namun banyak UKM terkendala izin edarnya. Jadi kami pro aktif untuk memfasilitasinya”, kata Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute.

Penyuluhan itu sedianya dibatasi untuk 40 peserta, namun karena antusiasme akhirnya ditambah kuota menjadi 50. Sampai H-1 peserta masih banyak yang mendaftar, jadilah kursi ditambah untuk 70 orang.

Meski sedikit berhimpitan, motivasi tinggi membuat para peserta tetap bertahan dari pukul sembilan sampai empat sore. Beberapa peserta ibu-ibu sambil menggendong anaknya. Beberapa peserta bahkan datang rombongan jauh-jauh dari Pekuncen dan sekitarnya.

Penyuluhan aman pangan dilakukan oleh Dinkes Kab. Banyumas dengan lima materi pokok. Di bagian akhir dilaksanakan ujian untuk mengukur daya serap peserta. Hasilnya, mereka akan peroleh Sertifikat Penyuluhan sebagai syarat ke tahap berikutnya.

Di sela-sela itu, Sutarno, Manajer Usaha Kopkun sosialisasikan mekanisme konsinyasi di Gerai UKM. “Mohon dicantumkan gramasi produk dan ditulis tanggal produksi serta kadaluarsanya. Tentu tambah nomor izin edarnya, PIRT atau BPOM atau izin lainnya. Kami sediakan beberapa rak gondola di Kopkun Swalayan dengan potensi pasar sekitar 27.000 mahasiswa, dosen dan karyawan area Unsoed”, ujarnya menjelaskan.

Selepas penyuluhan peserta foto bersama para penyuluh, panitia dan para konsultan PLUT. Tak lupa Kopkun berikan kalender 2017 sebagai merchandise. []

Short URL: http://bit.ly/2jAPXAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.