• September 3, 2018
Pendirian Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI)

Peserta workshop Meretas Era Baru Koperasi yang diselenggarakan pada 27-28 Agustus 2018 di Purwokerto itu sepakat mendirikan satu lembaga bersama. Lembaga tersebut bernama Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute, salah satu inisiator menerangkan, “Konsorsium ini penting bagi kita karena sejauh ini sedikit lembaga, kampus atau pusat kajian koperasi, yang lakukan inovasi serta inkubasi model baru. Kami memahami betul, karena upaya itu butuh waktu serta sumberdaya yang besar untuk eksperimentasikan hal baru dengan learning curve yang panjang serta resiko tinggi”, terangnya.

Salah satu pembicara dari Italia menggambarkan model-model koperasi yang sangat beragam, dari sektor hulu hilir koperasi hadir dengan model yang sesuai dengan kebutuhanya. Seperti koperasi sosial, koperasi komunitas, worker buyout, koperasi pekerja, koperasi platform dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja berbeda dengan model koperasi  di Indonesia kurang berkembang secara tangkas. Di sisi lain, kondisi strategis bergerak secara cepat. Yang paling terasa munculnya model bisnis sharing economy atau collaborative economy serta ekonomi digital. “Kita bisa mengadaptasi model-model yang tadi disampaikan Camila di Italia, tentu dengan kontekstualisasi lebih lanjut. Harapannya konsorsium dapat lakukan kerja-kerja inkubasi itu”, ujar Firdaus disela-sela kegiatan.

Beberapa lembaga yang sepakat mendirikan konsorsium diantaranya Kopkun Institute, Koperasi Riset Purusha, Meridian.id, Sama.id, Click Quick, Tuban Creative Hub, Pedi Help and Cleaning, Pedi.id, Ada Ide Creative Studio, Milesia.id, STMIK AMIKOM Purwokerto dan beberapa pakar ahli lainnya yang secara individual berkomitmen mendukung lembaga ini. “Ini masih awalan, ke depannya bisa bertambah lagi, karena konsorsium sifatnya terbuka. Sepanjang lembaga lain melihat perlu berkontribusi karena punya irisan kepentingan yang sama, maka bisa gabung”, sambung Firdaus.

Dalam kerangka acuannya disebutkan bahwa konsorsium bertujuan untuk menumbuh kembangkan model-model baru koperasi di Indonesia; Membangun daya dukung dan daya ungkit bagi inovasi model-model baru koperasi di Indonesia; Membangun ekosistem dan kolaborasi multi pihak untuk mengawal inovasi model-model baru koperasi di Indonesia; Mensistematisir, mendokumentasikan, mempublikasikan dan mensindikasikan praktika/ inkubasi model-model baru koperasi di Indonesia.

Jika proses inkubasi model model baru koperasi berhasil, maka di Indonesia model koperasi tak hanya akan didominasi simpan pinjam yang saat ini berjumlah 67% dari total koperasi. Model-model baru akan menjamur paling tidak pada 3-5 tahun mendatang. Pada saat itu koperasi akan digandrungi oleh anak anak dengan model bisnis yang marak pada hari ini. []

 

Short URL: http://bit.ly/2LQ5mK5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.