• September 8, 2017
Millineal dan Wajah Indonesia 2020

Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis setelah Generasi X. Menurut para peneliti sosial, generasi Y atau Millennials ini lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Selain dinilai cenderung cuek pada keadaan sosial, Generasi ini juga dikenal cenderung idealis, egosentris, terlampau optimis dan tidak realistis. Apakah benar demikian?

Apa dan siapa gerangan generasi millennial dikemas secara elegan oleh salah satu staf Kopkun Institute (KI), Anis Sa’adah, HC dalam tajuk “Millenial dan Wajah Indonesia 2020”. Dengan gaya khas millennial, pembicara yang merupakan salah satu Pengurus IC Coop, Purwokerto dan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo), Jakarta tersebut nampak fasih menguraikan terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan.

Rangkaian diskusi dan dialog tersebut merupakan bagian dari program Divisi Pendidikan dan Latihan KI yang berlangsung rutin setiap hari Kamis di Kopkun Pusat. Program yang bernama “Belajar Antar Teman Sejawat”, merupakan ajang peningkatan kapasitas internal yang dikemas dalam skema Up Grading.

“Tujuan besarnya adalah membangun Team Learning yang secara berangsur menjadi Learning Organization atau Organisasi Pembelajar. Ya, kita pakai kerangkanya Peter Senge. Sebagai institut kami harus selalu merawat kesegaran pemikiran dan cara berpikir sehingga Kopkun Institute bisa menghadirkan gagasan serta praktik yang bagus”, terang Afief Vledy, Deputi Diklat Kopkun Institute.

Secara teknis semua staf Kopkun Institute wajib melakukan presentasi dihadapan rekannya. Peserta diskusi yang terdiri dari praktisi dan akademisi akan mengkritisi, menambahkan bahkan tak menutup peluang untuk menyangkal apa yang disampaikan pemateri saat itu. “Setiap peserta diminta membuat materi presentasi dan membawakannya sebaik mungkin”, tambah Afief.

Kegiatan mingguan yang awalnya merupakan agenda internal. Dalam perkembangannya kajian ini terbuka bagi peserta luar yang memiliki minat untuk belajar dan meningkatkan kapasitasnya. Memasuki minggu kedua, program Belajar Antar Teman Sejawat ini tak hanya diikuti oleh tim Kopkun Institute. Namun ada juga peserta lain seperti santri Pesantren Annajah yang notabene juga merupakan mahasiswa IAIN Purwokerto.

Di akhir acara peserta dari Ponpes Annajah malah berencana untuk “membajak” Anis Sa’adah, HC. untuk menjadi pembicara di sana. Nampaknya Anis berhasil memukau peserta. Tak salah tentunya bila sekarang ia menjadi salah satu Pengurus ICA Asia and Pacific on Youth Committee, yakni Komite Anak Muda dari organisasi koperasi dunia untuk regional Asia Pasifik yang berkantor di India. []

Unduh Materi: klik di sini 

Short URL: http://bit.ly/2eQsNZu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.