• February 26, 2018
Lokakarya Koperasi Perubahan Menggebrak KPRI Se-Blora

Koperasi Perubahan adalah tema yang diiniasiasi oleh Kopkun Institute untuk mendorong pertumbuhan koperasi yang saat ini menunjukan kelembaman. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blora mengadakan pelatihan selama empat hari  pada tanggal 19-22 Februari 2018 dengan tema “Penyusunan Perencanaan Strategis Bagi Koperasi”.

Latar belakang Dinas Koperasi UKM Blora mengadakan pelatihan ini karena adanya penurunan jumlah koperasi, dana iddle dan KUR yang mengancam koperasi simpan pinjam. Dalam pelatihan ini untuk kedua kalinya dinas berkolaborasi dengan Kopkun Institute sebagai lembaga yang fokus di bidang socio-ekonomi dan koperasi.

Peserta yang mengikuti pelatihan adalah PKPRI dan Koperasi Karyawan di Blora. Kepala Dinas Koperasi dalam sambutanya menyampaikan agar melalui pelatihan ini tedapat koperasi yang naik kelas, dan terdapat pertumbuhan koperasi.

Jalanya Pelatihan

Sesi pertama diisi oleh Arsad Dalimunte,HC mengenai Filosofi dan Peta Juang Koperasi. Dalam sesi ini peserta diharapkan mengetahui praktik koperasi sesuai dengan jati diri bukan koperasi yang semata mencari profit keuntungan.

Setelah membedah mengenai praktik koperasi yang benar sesuai dengan Jati Diri koperasi, selanjutnya peserta mengikuti sesi koperasi perubahan dengan narasumber Firdaus Putra,HC selaku direktur Kopkun Insttitute. Keluar dari titik kelembaman yang dialami oleh koperasi saat ini membutuhkan langkah dengan format yang telah disusun secara sistematik. Perubahan diawali dengan perubahan mindset dari para pelaku yang bergerak di koperasi.

Menyusun format perubahan yang dibutuhkan adalah Rencana Strategis (Renstra). Sesi ini dipandu oleh Herliana,HC dan peserta dibagi kedalam kelompok agar lebih fokus dalam mendampingi penyusunan Renstra masing masing Koperasi. Ada empat kelompok yang dibantu oleh beberapa fasilitator yakni Vledy Afif,HC , Anjar Muti, HC , dan  Anis Saadah,HC  . Renstra diawali dengan membedah SWOT ( Strenght, Weakness, Opportunity and Treat ), selanutnya Visi dan Misi, dan Roadmap dalam 5 Tahun.

Untuk mengatasi persoalan dana idle yang terjadi di kabupaten Blora, Kopkun Institute menawarkan pelatihan tata kelola ritel. Pada sesi ini dipandu oleh Angjar Muti, HC selaku deputi Konsultansi Ritel Kopkun Institute. Dilanjutkan dengan materi pentingnya SOP dan SOM oleh Vled Afif,HC selaku deputi pendidikan Kopkun Institute. SOP dan SOM selama ini masih belum diterapkan di koperasi sehingga tidak ada budaya disiplin kelembagaan.

Sesi Materi terakhir mengenai tata kelola simpin KPRI naik kelas. Naik kelas didefinisikan sebagai peningkatan skala dari mikro, kecil, menengah dan atas ke tingkatan yang lebih tinggi dari posisi hari ini. Di sesi ini tujua n utama nya mencangkok kan target ke masing masing koperasi naik ke skala yang lebih tinggi.

Pakta Perubahan

Seperti yang dilakukan di pelatihan pelatihan sebelumnya, setiap sesi kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama. Komitmen berubah ditunjukan melalui penandatanganan semua peserta di kertas Pakta Perubahan. Adapun isi dari pakta tersebut sebagai berikut :

Kami peserta Kelas Koperasi Perubahan Angkatan Pertama menyadari bahwa perubahan membutuhkan waktu lama dan energi yang besar, untuk itu kami berikrar:

  1. Bersungguh-sungguh mengupayakan perubahan cara pandang dan sikap mental kami;
  2. Bersungguh-sungguh mengembangkan cara-cara baru dalam berpikir dan berkarya di koperasi kami.
  3. Bersungguh-sungguh mengawal agenda perubahan dalam bidang organisasi dan usaha koperasi kami;
  4. Bersungguh-sungguh membangun Tim Perubahan untuk menyiapkan perubahan di koperasi kami;
  5. Penuh kesabaran, konsistensi dan integritas untuk merawat perubahan di koperasi kami.

Demikian Pakta Perubahan ini kami tanda tangani sebagai janji kami kepada diri kami sendiri. Semoga Tuhan merestui. Amin.

Rencana Tindak Lanjut juga menjadi bagian di sesi penutupan, diantaranya membahas setelah pelatihan ini peserta diminta untuk berkomitmen memberikan dampak terhadap koperasi di Blora. Dari pembahasan dari peserta, RTL dari pelatihan ini adalah :

RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
A. RTL masing masing koperasi.
1. Semua pelopor berkewajiban menyampaikan hasil materi pelatihan kepada pengurus/pengawas, maksimal 1 bulan setelah pelatihan
2. Pengurus berkewajiban untuk menyusun team Renstra (draft renstra) maksimal 3 bulan setelah pelatihan. Anggota team renstra : 1 orang Pengurus, 1 orang pengawas, 1 orang karyawan, 2 anggota. Peserta yang hadir dalam pelatihan WAJIB menjadi anggota team renstra.
3. Minimal dalam tahun yang bersangkutan, team renstra sudah mengadakan rapat 2 (dua) kali.

B. RTL Bersama
1. Mengadakan Kopdar/Kumpul minimal satu bulan sekali.
2. Diinisiasi oleh PKPRI, dalam 6 bulan kedepan diadakan manajemen bersama untuk tata kelola toko/ritel koperasi.
3. Mendorong percepatan Blora Kota Koperasi

Short URL: http://bit.ly/2EX8iCh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *