• February 14, 2017
Lokakarya Koperasi Perubahan, Jangan Basa-Basi!

Koperasi Unit Desa merupakan salah satu koperasi pertanian yang tersebar di desa desa pada era orde baru pada tahun 1967. Berbagai macam fasilitas dari pemerintah baik dalam bentuk saprodi maupun uang tunai telah membuat koperasi ini Jaya pada zaman nya. Seiring dengan masuknya arus globalisasi dan perubahan zaman yang menuntut kreatifitas dan kompetisi, telah menggeser KUD dari sorotan masyarakat sebagai tempat utama dalam melakukan aktifitas ekonominya.

Sebagian besar KUD saat ini telah memasuki fase keterpurukan dengan sebutan yang kerap kali muncul sebagai “Koperasi Hidup Segan Mati Tak Mau”,  hal ini karena KUD yang tak mampu beradaptasi terhadap perubahan dinamika zaman namun masih exist hingga saat ini. Tak luput dengan KUD di Jawa Tengah yang mengalami hal yang serupa, meskipun beberapa KUD masih bertahan dengan skala kecil. Melihat kondisi Ini PUSKUD (Pusat KUD) Jawa Tengah bekerja sama dengan Kopkun Institute mengadakan lokakarya untuk melakukan gebrakan perubahan kepada KUD Di Jawa Tengah.

Berlokasi di hotel Rosalia, Baturaden pada tanggal 6-8 Februari 2017 Lokakarya Koperasi Perubahan mengangkat tema “Jangan Basa Basi Perubahan KUD Harus Dimulai!”. Tema ini dipilih dengan tujuan bahwa pada lokakarya kali ini akan membangun dan mengembangkan daya dobrak, dorong dan ungkit KUD perubahan secara terencana dan terukur dalam mecapai target tertentu. Titik tolak yang di bangun dalam perubahan ini adalah dari dimensi organisasi kelembagaanya dimana pengurus dan pengelolanya menjadi motor penggerakan perubahan.

Ada sekitar 44 peserta dari 22 KUD yang mengikuti kegiatan ini menunjukan antusias yang sangat tinggi dalam kelas  lokakarya. Dengan fasilitator dan mentor professional dari kopkun institute diantaranya M.Arsad Dalimunte, HC selaku ketua Dekopinda Banyumas, Herliana, HC selaku ketua Koperasi Kopkun, Firdaus Putra A, HC selaku Direktur Kopkun Institute, kegiatan ini dirancang sedemikian rupa agar tujuan jangka panjangnya tercapai.

Kegiatan yang di awali dengan kunjungan lapangan koperasi di Purwokerto yakni KUD Tani Maju dan Koperasi Kopkun. KUD Tani Maju menjadi pilihan dalam kunjungan karena kemajuan pesat KUD setelah terdapat beberapa anak muda yang mengambil alih manajemen KUD. Masuknya anak anak muda di KUD ini diharapkan mampu memberikan contoh kepada peserta bahwa perlu adanya kolabarasi antara orang orang tua dan anak muda dalam melakukan perubahan di KUD.

Selain KUD Tani Maju, peserta juga melihat praktik koperasi kopkun yang berada di jalan HR Boenyamin, koperasi yang memiliki retail dengan luas 1200 meter persegi sebagai toko modern paling besar di kawasan purwokerto utara. Dengan melihat praktik koperasi ini bertujuan agar peserta melihat  bahwa ada koperasi yang mampu besar dan membuat mereka optimis kedepan dalam mengembangkan KUD mereka di daerahnya masing masing.

Materi reflektif yang di berikan kepada peserta adalah Mengapa KUD harus berubah dengan menerapkan jati diri koperasi. Yang dilanjutkan dengan solusi bagaimana melakukan perubahan tersebut. Hal yang paling awam bagi peserta adalah materi penyusunan Renstra, karena bagi mereka pelaku KUD tidak pernah berpikir secara jangka panjang akan di bawa kemanakah KUD.

Menggunakan analisis SWOT sebagai metode dasar dalam menelaah apa yang menjadi kelebihan, Kelemahan, Tantangan dan Peluang KUD masing masing untuk merumuskan strategi jangka panjang untuk menerjemahkan visi misi nya. Setalah berdiskusi, menysun dan merumuskan bersama kelompok yang telah dibagi , salah satu perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil nya di depan semua peserta.

Acara di akhiri dengan kesepakatan bersama peserta untuk melakukan perubahan di KUD mereka masing masing dengan penandatanganan “PAKTA BERUBAHAN” yang berisi :

Kami peserta Kelas Koperasi Perubahan Angkatan Pertama menyadari bahwa perubahan membutuhkan waktu lama dan energi yang besar, untuk itu kami berikrar:

  1. Bersungguh-sungguh mengupayakan perubahan cara pandang dan sikap mental kami;
  2. Bersungguh-sungguh mengembangkan cara-cara baru dalam berpikir dan berkarya di koperasi kami.
  3. Bersungguh-sungguh mengawal agenda perubahan dalam bidang organisasi dan usaha koperasi kami;
  4. Bersungguh-sungguh membangun Tim Perubahan untuk menyiapkan perubahan di koperasi kami;
  5. Penuh kesabaran, konsistensi dan integritas untuk merawat perubahan di koperasi kami.

Demikian Pakta Perubahan ini kami tanda tangani sebagai janji kami kepada diri kami sendiri. Semoga Tuhan merestui. Amin.

Setelah penandatanganan pakta tersebut, seluruh peserta melakukan sesi photo bersama dan meneriakkan mantra “KUD Perubahan, Jangan Basa Basi!”. Beberapa peserta menuliskan komentarnya seperti, Bapak Sutaryo “Mentornya semangat, ceplas ceplos tapi ngena, serius, tegas dan mudah dipahami”. Ada lagi Ibu Riyanti “Semoga ada kelanjutan ada Kelas Perubahan Angkatan II” dan berbagai komentar positif lain yang menyimpulkan bahwa kegiatan ini berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain yang pernah mereka ikuti.

Dalam penutupnya, PUSKUD diwakili oleh Bapak Jazeri, Ketua 1, mengungkapkan rasa terkesannya atas kegiatan yang dihelat Kopkun Institute ini. “Memang seperti temanya, jangan basa-basi. Dan kita selama dua hari ini merasa langsung akrab meski peserta dan panitia ada yang sudah senior dan yang lain masih muda belia. Targetnya lokakarya koperasi perubahan ini bisa dilaksanakan angkatan kedua, ketiga dan seterusnya sampai 100 KUD di Jateng ikut semua”, tegasnya

Pasca kegiatan ini seluruh peserta yang disyaratkan memiliki Whatsapp dikumpulkan dalam Group Kelas KUD Perubahan untuk memonitor Rencana Tindak Lanjut (RTL) 3 bulan mendatang yakni penyusunan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing KUD. Selain itu, lewat grup tersebut antar peserta dapat saling berbagi kisah perubahan di KUD-nya masing-masing sehingga bisa saling menginspirasi. [Anis].

Materi Lokakarya: 

Short URL: http://bit.ly/2l4CKkv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.