• May 4, 2017
Kotak Berbagi Pakai KSU Mitra Purbalingga

Banyak yang terheran-heran mengapa KSU Mitra membuat Kotak Berbagi Pakai. Kotak itu mereka buat dari kontainer plastik besar untuk menampung berbagai barang bekas laik pakai. Sejak program itu dibuat paling tidak sudah ada 150an item barang yang disumbangkan oleh para karyawan PT MKTU Purbalingga.

“Macam-macam barang yang disumbangkan, ada baju, seragam sekolah, jaket, helm, mouse, obat nyamuk elektrik, macam-macam kabel, buku agenda, sandal, sepatu, tas, mukena, buku kiat ujian, toples, jilbab dan lainnya”, terang Ina, Ketua KSU Mitra. Kotak Berbagi Pakai merupakan salah satu program yang mereka kembangkan satu bulan belakangan.

Kotak Berbagi Pakai berfungsi sebagai layanan sosial KSU Mitra. Filosofinya adalah menggunakan barang pantas pakai (re-use) sehingga menambah nilai guna suatu barang bekas. “Kita sering punya beberapa barang di rumah yang nyampah, yang tidak dipakai. Namun tidak kita buang karena sayang-sayang. Nah kotak ini menampungnya agar bisa dipakai bagi yang membutuhkan”, lanjut Ina.

“Di tempat kami, beberapa yang mengambil barang seperti teman-teman bagian produksi, cleaning service, mandor dan Pengurus juga ada. Intinya siapapun boleh memberi dan mengambil barang secara cuma-cuma tanpa syarat apapun”, kata Ina di kantor KSU. Saat ini proses beri-ambil sudah berjalan secara otomatis. “Ketika pertama kali, banyak orang nanya syaratnya apa ketika mau ambil barang dari kotak; Harus mengisi formulir atau tanda tangan dan sebagainya. Lalu kami terangkan bahwa itu bebas saja untuk diambil siapapun”, lanjutnya.

Menurut Pengurus KSU Mitra biasanya satu orang bisa ambil 3-5 item barang sesuai kebutuhan. Mereka biasanya mengambil di pagi hari ketika pertama masuk sift kerja. Begitupun bagi orang yang memberikan barangnya. “Di pagi hari kotak saya keluarkan dan sorenya saya masukkan ke kantor”, ujar Reihan, karyawan KSU.

“Saat awal program kami mengirim SMS broadcast ke 1200 karyawan PT MKTU. Kami sosialisasikan adanya Kotak Berbagi Pakai. Tentu saja kami berharap program ini bisa memberi manfaat kepada mereka sehingga mereka tertarik menjadi anggota”, terang Pengurus. Saat ini tercatat jumlah anggota KSU mencapai 404 orang dari total potensi di pabrik itu mencapai 1400 orang karyawan/ buruh.

Menurut Pengurus ada beberapa orang yang mengapresiasi adanya program itu. “Ada-ada saja idenya, kreatif. Oh ternyata ada program seperti itu di koperasi, bisa buat menarik anggota agar betah bekerja di PT”, ujar salah seorang manajemen HMS. Menurut mereka hal itu merupakan nilai tambah bagi kenyamanan kerja karyawan/ buruh di sana.

“Awal-awal mereka heran mengapa koperasi membuat program unik seperti itu. Dengan bahasa sederhana kami terangkan bahwa koperasi itu bukan cuma layanan ekonomi/ bisnis saja. Namun juga bisa menyelenggarakan layanan sosial-budaya. Barulah mereka paham”, terang Ketua KSU yang adalah karyawan pabrik.

berbagi pakai

Saat melihat langsung kotak berbagi pakai

Memang benar bahwa koperasi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang: ekonomi, sosial dan budaya. Sehingga koperasi bisa memberikan layanan non-ekonomi bagi anggota. Boleh jadi bila dikuantitatifkan nilainya tak seberapa. Namun seperti Kotak Berbagi Pakai bisa dibaca sebagai salah satu cara untuk memupuk dan merawat budaya berbagi (gotong royong) kepada sesama.

Ina menyampaikan, “Bahkan orang yang menyumbang baju, itu sangat serius menyiapkannya. Mereka cuci bersih, disetrika dan dikemas pakai plastik agar tak kena kotoran”. Itu menggambarkan bagaimana orang ingin memberikan sesuatu yang baik dengan cara baik kepada sesamanya. “Kadang ada yang belum sempat dikemas plastik, lalu yang bersangkutan minta ke Pengurus”, lanjutnya.

Gagasan berbagi-pakai ini terinspirasi oleh layanan online seperti 4Shared dan portal lainnya. Bedanya yang mereka bagi-pakai adalah file-file digital dalam bentuk: PDF, PPT, Doc, Audio dan format file lainnya. Intinya adalah membagi berbagai file yang kita punya agar orang lain bisa memakai-memanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan Kotak Berbagi Pakai, yang mereka bagi-pakai adalah benda/ barang fisik.

“Yang kami suka dari program ini adalah melihat orang tersenyum senang saat menemukan barang yang mereka butuhkan”, ujar Pengurus KSU. “Ditambah saat ini semua sudah berjalan otomatis, jadi praktis kami hanya menyediakan wadah saja. Bila nanti makin banyak, ya kami akan sediakan kotak kedua, ketiga dan seterusnya. Bila kejadian, itu artinya koperasi benar-benar memberikan manfaat nyata secara sosial”, terang mereka dengan penuh semangat. []

Short URL: http://bit.ly/2parKmk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.