• March 6, 2017
Kopkun Institute Sekolahkan Staf ke INDEF

INDEF merupakan salah satu lembaga think tank ekonomi yang berdiri lebih dari 20 tahun Tujuannya adalah melahirkan para ekonom yang kritis dan aktif memberikan sumbangan pemikiran untuk perbaikan ekonomi Indonesia. Salah satu bentuknya lewat program tahunan berupa INDEF School of Political Economy (ISPE).

ISPE Angkatan Kedua telah menjaring pendaftar sebanyak 165 orang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang mahasiswa S1, S2 maupun S3. Terseleksi menjadi 25 orang dan salah satunya adalah Anis Saadah selakau Staf Riset dan Analisis Kebijakan Publik Kopkun Institute. “Anis Saadah difasilitasi ikut sekolah itu tujuannya untuk mengembangkan wawasan staf dalam studi ekonomi politik”, terang Novita Puspasari, Deputi Bidang Riset.

Dinamika ekonomi global yang berkembang sangat dinamis menuntut adanya kesiapan masyarakat agar tidak tertinggal. Dengan pertimbangan tersebut ISPE Batch 2 kali ini bertema “Politik Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan Publik”.  Pemateri dalam kegiatan ini merupakan peneliti senior di INDEF yang memberikan materi dengan beragam subtema. Pemateri pertama Dr. Enny Sri Hartati yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti memberikan materi dengan tema “Kemiskinan, Ketimpangan, dan Tenaga Kerja: Tujuan Pembangunan Ekonomi” memaparkan beragam data terbaru kondisi pembangunan perekonomian yang masih jauh dari ideal.

Pemateri Kedua Prof. Bustanul Arifin, adalah pengamat ekonomi pertanian yang mengedepankan perjuangan untuk petani melalui jalur akademis dan jalur profesional yang dimilikinya sebagai peneliti, konsultan dan penulis karya-karya ilmiah tentang ekonomi pertanian. Prof Bustanul memberikan materi  dengan tema  “Keputusan Ekonomi dan Politik dalam Pengambilan Kebijakan Internasional”.

Pemateri Ketiga Prof. Ahmad Erani Yustika yang merupakan dosen fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya memberikan materi dengan tema “Kebijakan Ekonomi Politik Pembangunan Desa”. Materi selanjutnya “Ekonomi Politik dan Pembangunan : Teori, Kritik, dan Solusi Ekonomi Politik dan Pembangunan : Teori, Kritik, dan Solusi”.  Materi ini di paparkan olehProf. Didin S Damanhuri, beliau merupakan ekonom senior sekaligus pendiri INDEF sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Materi terakhir adalah Faisal Basri, M.A dengan tema “Sustainable Development Goals (SDG’s): Tinjauan Ekonomi dan Politik” . Beliau merupakan ekonom yang berpengaruh di indonesia yang menjabat di beberapa lembaga diantaranya, Anggota American Economist Association (AEA), Anggota Society for International Development (SID), dan Ketua STIE Perbanas.

***

Sebagai lembaga think thank ekonomi di Indonesia, INDEF memastikan agar pembangunan ekonomi politik di negeri ini berjalan sesuai dengan koridor konstitusi. Di tengah pembangunan yang masih jauh dari ideal ini, INDEF berkontribusi cukup nyata dalam hal berbagai advokasi kebijakan, kritik di berbagai media massa maupun, kajian bulanan maupun publikasi penelitian yang berkaitan dengan ekonomi politik.

Menulis di berbagai media massa mempunyai pengaruh yang cukup efektif sebagai suara masyarakat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Maka, “Tidak menulis adalah kriminal!”, menjadi jargon yang disuarakan INDEF; Jika seorang aktivis atau akademisi tidak menulis, itu sama dengan tindakan kriminal. Namun bukan sekedar menulis, “Banyak peneliti sukar menghilangkan pandangan subyektifnya, maka INDEF melatih peserta untuk talk by data agar tulisannya menjadi obyektif”, terang salah satu mentor dalam sekolah itu.

“Ini pengalaman yang berharga buat saya. Selain bahwa para pembicara adalah orang-orang mumpuni, peserta juga bagus-bagus. Jadi terasa challenge-nya. Ditambah maklumat “Tidak Menulis adalah Kriminal”, itu ngena sekali”, terang Anis menggambarkan sekolah yang telah  diadakan pada 20-23 Februari 2017 lalu di Jakarta. []

Short URL: http://bit.ly/2md7HoP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.