• August 22, 2015
Kopkun Institute Roadshow Penyuluhan Koperasi

Pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unsoed kali ini Kopkun Institute melaksanakan roadshow penyuluhan koperasi di enam titik. Tujuan kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang cara berkoperasi yang benar.

Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute dan Anis Saadah, HC., Staf Deputi Pemberdayaan Sosial menyampaikan materi di enam desa KKN dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ABCD ini sengaja digunakan Kopkun Institute untuk membangun keberdayaan masyarakat berangkat kapasitas lokal.

Biasanya ketika mahasiswa KKN atau lembaga swadaya lain turun ke masyarakat, masyarakat selalu mengeluhkan hal yang sama: kurang modal. Cara pandang masyarakat cenderung negatif atau pesimistik memandang situasinya. Padahal dengan pendekatan ABCD, masyarakat lokal memiliki segudang aset: Sosial, Finansial, Fisik Material, Alam dan Manusia. Berbagai aset itu bisa dikatakan melimpah di setiap masyarakat.

Pendekatan ABCD fokus kepada kelebihan dan potensi masyarakat daripada kekurangan dan masalah. Bahkan sebaliknya, ABCD bertujuan menggunakan berbagai potensi yang ada untuk menyelesaikan masalah sosial ekonomi di masyarakat.

Di setiap sesi peserta penyuluhan diminta untuk memberikan padangannya terhadap “gelas isi atau gelas kosong”. Filosofi “gelas isi atau gelas kosong” ini mudah digunakan dan langsung menyentuh pada cara pandang mereka. Sebagian akan menjawab bahwa gelas itu separoh isi, sedang sebagian yang lain mengatakan separoh kosong.

Kemudian masyarakat didorong untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang ada di sekelilingnya. Dan biasanya mereka baru menyadari bahwa ternyata gelas itu adalah “gelas separoh isi”, bukan “separoh kosong”. Dengan mengajak mereka mengidentifikasi sumber daya/ potensi/ aset yang dimiliki, ABCD bermaksud merubah paradigma kekurangan menjadi berlimpahan.

Harapannya dengan paradigma berlimpahan itu, secara mental masyarakat tidak bergantung pada pihak-pihak lain. Konkretnya, masyarakat tak lagi bergantung pada bantuan dari berbagai pihak: pemerintah, swasta dan LSM. Namun mereka diajak untuk membangun dengan sumber daya yang dimilikinya.

Pendekatan ABCD ini sangat pas digunakan koperasi mengingat koperasi selalu bicara kemandirian. Dengan pendekatan ini, maka koperasi yang dibangun adalah koperasi yang hidup berdasar prakarsa dan sumberdaya lokal. Bukan sekedar koperasi papan nama untuk mengakses bantuan semata. []

Short URL: http://bit.ly/1nI9Vec

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.