• May 15, 2018
Kopkun Institute Menginkubasi Koperasi Pekerja (Worker Coop)

Mengapa Menginkubasi?

Kopkun Institute sebagai lembaga yang bergerak di bidang ekonomi sosial dan koperasi memiliki salah satu  peran yakni  menciptakan eksosistem perkoperasian. Menciptakan ekosistem ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kuantitas koperasi yang sudah berdiri, tetapi juga menciptakan koperasi koperasi baru.

Koperasi yang saat ini dilihat sebagai ruang yang ketinggalan zaman, menjadikanya ditinggalkan oleh anak-anak muda. Ditambah citra buruk koperasi yang 67% dari 152 ribu koperasi berbentuk simpan pinjam.

Koperasi pekerja (worker coop), menjadi model yang diinkubasi oleh Kopkun Institute. Model ini menjadi pilihan karena mampu merangsang skill entrepreneurship yang dikelola secara demokratis, berbagi resiko dan pemilik harus menjadi worker di dalamnya. Selain itu terdapat banyak success story mengenai keberhasilan koperasi pekerja dari kuantitas dan daya tahan dalam menghadapi krisis ekonomi.

Mondragon. Koperasi ini menjadi percontohan dari seluruh koperasi di penjuru dunia.  Mondragon berhasil memperkerjakan dan dimiliki oleh lebih dari 100.000 orang. Perusahaan koperasi itu merupakan 7 perusahaan terbesar di Spanyol yang berdiri sejak 1987.

Prospera. Koperasi yang telah memperkerjakan perempuan California sebanyak 100 orang  di bidang housecleaning. Dengan turnover $3.2 million per tahun. Prospera membuktikan bahwa koperasi mampu bertahan saat krisis global tahun 2009 dan mengalami peningkatan hingga hari ini.

Pedi Help and Cleaning, Pedi Solution dan Ada Ide

Menginkubasi berarti memberi dukungan dalam bentuk mentoring, menghubungkan jaringan strategis, mendukung investasi dll hingga startup bisnis mampu bertahan dan naik kelas. Inovasi yang dimunculkan, digerakan secara kolektif ini diinisiasi awal oleh Firdaus Putra selaku Direktur Kopkun Institute dan secara berkelanjutan mendampingi proses berjalan startup dengan pengelolaan koperasi pekerja.

Pedi Help and Cleaning

Startup ini adalah jangkar secara historis dari dua startup lainya. Pedi Help and Cleaning didirikan ketika melihat tukang becak yang berada di pangkalan kampus sudah ditinggalkan oleh masyarakat sehingga berdampak ke pendapatannya. Mengkaryakan tukang becak menjadi tenaga perbantuan dan kebersihan adalah upaya agar tukang becak tidak hanya mengandalkan pendapatan dari becak saja. Saat ini jasa ini sudah digunakan oleh penghuni kos-kosan, karyawan kantor, perumahan bahkan membetulkan genting.

Dikawal oleh aktivis koperasi yang sudah berkecimpung di gerakan koperasi sejak tahun 2014 Aef Nandi Setiawan, mempromosikan bisnis, mendampingi tukang becak dan menemani ketika ada orderan. Meskipun masih mahasiswa, tetapi dia tidak memilih untuk berjarak dengan masyarakat.

Pedi Solution

Pedi solution, merupakan jasa marketplace digital berbasis aplikasi. Mempertemukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa melalui aplikasi diantaranya layanan belanja pasar, kos kosan, massage, Pedi Help and Cleaning, Pedi Mart dan Social Service. Meskipun saat ini Pedi Solution masih dalam develop aplikasi dan berencana launching pada bulan Mei, tetapi sudah dilakukan pemetaan dan kerjasama terhadap mitra bisnis.

Dikawal oleh anak-anak muda diantaranya Anis Saadah, Fajar Nusantara, Aef Nandi, Mulkan Putra yang dikoordinatori langsung oleh Firdaus Putra dan berkolaborasi dengan PT. Nemolab Nusa Infomedia selaku perusahaan pengembang aplikasi di Purwokerto.

Ada Ide

AdaIde adalah startup koperasi yang bergerak di sektor kreatif dianataranya Design Graphic, Video Creator, Web Development, Aplikasi Digital. Startup ini lebih beragam dibandingkan dengan dua startup lainya, karena di dalamnya tidak hanya mahasiswa. Pelajar SMK yang ahli di bidang pembuatan aplikasi, Animasi Creator turut menjadi pemilik di bisnis startup coop ini. Bisnis yang baru 2-3 bulan sudah mendapatkan banyak permintaan design baik dari jaringan koperasi, NGOs maupun masyarakat umum.

Startup ini dikawal oleh Ragil Chandra, Graphic Designer yang berpengalaman produk nya digunakan artis nasional Indonesia. Meskipun ini adalah kali pertama berpraktek di ruang koperasi, tetapi dia berkomitmen membangun startup ini dan bahkan menjadi mentor untuk tim Ada Ide.

Kerja Kolektif, Demokratis dan Kolaborasi Positif menjadi mantra awal dalam pendirian startup worker coop di Purwokerto. Kami berharap akan muncul lebih banyak lagi worker coop yang mengakomodir generasi millennial dan memberikan kontribusi rill terhadap pembentukan demokrasi ekonomi []

Oleh : Anis Saadah

Short URL: http://bit.ly/2IKAxJy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *