• July 15, 2018
Kopkun Institute Membawa Riset Koperasi Indonesia Ke Belanda

Pada tanggal 3- 7 Juli 2018 yang lalu , Deputi Riset Kopkun Institute, Novita Puspasari, bertolak ke kota Wageningen, Belanda untuk mengikuti dua acara sekaligus, Young Scholars Workshop on Cooperative dan ICA 2018 Research Conference.

 

Acara pertama, Young Scholars Workshop on Cooperative, berlangsung dari tanggal 3 sampai dengan 4 Juli 2018. Acara ini diikuti oleh 25 akademisi dari seluruh dunia. Peserta merupakan mahasiswa doktoral, post doctoral, maupun dosen muda dari berbagai kampus yang ada di dunia seperti Utrecht University. University of Copenhagen, Wageningen University, University of Valencia, Tokyo University,  Roma Tre University, dan lain-lain. Acara dibuka oleh Prof. Cynthia Giagnocavo yang merupakan presiden International Cooperative Alliance (ICA) European Board of Cooperative Research. Kemudian berurut-turut terdapat dua kelas yang diisi oleh Prof. Murray Fulton dari University of Saskatchewan yang bicara tentang tata kelola koperasi dan Prof. Maryline Filipi dari University of Bordeaux yang membahas mengenai Koperasi di Abad ke-21. Acara di hari kedua ditutup dengan studi kasus koperasi dan presentasi dalam sesi pararel.

 

Acara kedua, ICA 2018 Research Conference, berlangsung dari tanggal 4-7 Juli 2018. Acara ini dibuka oleh Dr. Bruno Roelants selaku Director General ICA dan Prof. Dr. Arthur Mol selaku Rektor Wageningen University. ICA 2018 Research Conference merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh ICA sebagai media diseminasi riset-riset koperasi dari para peneliti koperasi di seluruh dunia. Beberapa peneliti dari kampus terkemuka dunia seperti Erasmus University, University of Helsinky dan Sorbonne University mendiseminasikan hasil penelitiannya di acara ini. Tidak ketinggalan, Kopkun Institute pun turut mendiseminasikan penelitiannya mengenai perubahan logo koperasi di Indonesia.

 

Beberapa keynote speakers dalam event ini adalah Wiebe Draijer (CEO Rabo Bank), Bruno Roelants dan Prof. Giovanni Ferri yang bicara tentang tantangan dan solusi bagi koperasi di masa yang akan datang. Salah satu isu yang menjadi perhatian para keynote speakers adalah bagaimana membuat keanggotaan koperasi bermakna (meaningful)di era digital. Sementara CEO Rabo Bank menekankan pentingnya membuat ekosistem koperasi yang lebih luas dengan memberi perhatian lebih kepada riset-riset tentang bisnis (enterprise) koperasi, alih-alih selalu mengenai tata kelolanya. Keynote speaker di hari berikutnya, Prof. Damien Rousselirie, Prof. Maria Bouchard dan Hyungsik Eum, bicara tentang statistik dan kinerja koperasi-koperasi di dunia.

 

Secara umum di dunia, koperasi memang belum menunjukkan kinerja memuaskan dengan hanya menyumbang persentase kecil terhadap Gross Domestic Product (GDP). Keynote speakers di hari terakhir ICA 2018 Research Conference yaitu Prof. Murray Fulton, Arjen Van Nuland, Prof. Chynthia Giagnocavo. Prof. Tine de Moor dan Prof. Markus Hanisch membahas mengenai inovasi-inovasi di koperasi. Perubahan ekonomi menuntutu koperasi untuk berinovasi. Menurut para pembicara, koperasi harus mau bersentuhan langsung dengan “current issues” seperti digitalisasi, agar tidak tergerus kemajuan zaman.

 

Beberapa oleh-oleh yang dibawa Kopkun Institute dari Belanda diantaranya berbagai tawaran kolaborasi riset bersama (join research), komitmen ICA/CICOPA untuk membantu gerakan koperasi di Indonesia terkait hambatan regulasi maupun hambatan-hambatan lainnya, serta tawaran untuk kembali bergabung di acara ICA Research Conference tahun depan.

Short URL: http://bit.ly/2LgXLb8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.