• November 23, 2017
Kopkun Institute Hadiri ICA Global Conference di Kuala Lumpur

Direktur Kopkun Institute, Firdaus Putra, HC dan Deputi Bidang Riset, Novita Puspasari, HC menjadi delegasi pada rangkaian acara International Cooperative Alliance (ICA) Global Conference dan General Assembly. Sementara Staf Divisi Riset, Anis Saadah, HC, berkesempatan menjadi salah satu pembicara di event tersebut.

ICA Global Conference dan General Assembly ini merupakan acara rutin dua tahunan yang mempertemukan koperasi-koperasi dari seluruh dunia. Sekaligus momen pemilihan Presiden ICA yang baru. Tahun ini, delegasi dapat ambil bagian dalam berbagai macam agenda; agenda untuk learn, experiment, explore, network, youth dan governments. Ada 1800 delegasi yang hadir di Kuala Lumpur pada 14-17 November 2017.

Dalam kegiatan-kegiatan dengan agenda LEARN, delegasi akan mengikuti acara seperti debat publik, diskusi panel, kuliah umum, dan konferensi. Delegasi diharapkan akan belajar mengenai perkembangan tren dan isu-isu terkini koperasi. Dalam kegiatan-kegiatan dengan agenda EXPERIMENT, delegasi akan berpartisipasi dalam workshop how-to yang difasilitasi oleh ahli-ahli koperasi. Dalam agenda EXPLORE, partisipan akan diajak lebih mengenal sejarah dan kultur koperasi lewat film, exhibisi, dan demonstrasi. Di agenda NETWORK yang lebih bersifat informal, delegasi dapat saling mengenal koperasi-koperasi lain di seluruh dunia, berbagi kontak sekaligus ide-ide mengenai koperasi.

Dalam agenda YOUTH, ICA mengumpulkan beberapa kooperator muda dari berbagai negara untuk berbagi ide, gagasan, dan pengalaman berkoperasi di negaranya. Anis Saadah, HC, perwakilan KOPINDO dan Kopkun Institute dari Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu pembicara dalam sesi Young co-operators on the move: The future of work is ours!. Anis berbagi gagasan mengenai apa yang seharusnya dilakukan anak-anak muda lintas negara untuk mengembangkan koperasi.

Acara ini dibuka oleh plenary dari keynote speaker, Dr. Linda Yueh. Linda adalah ekonom di Oxford University dan asisten profesor di London Business School. Dalam kuliahnya, Linda memberikan gambaran mengenai tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan fokus pada Asia, sekaligus mendiskusikan kemungkinan kontribusi koperasi dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.

Di sesi penutup, Dr. Gro Harlem Bruntland yang merupakan mantan Perdana Menteri wanita Norwegia, memberikan kuliah umumnya. Gro bicara mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Koperasi, menurutnya, memainkan peran vital dalam pembangunan berkelanjutan. Sebagai model bisnis berbasis prinsip dan nilai etika, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi anggotanya, koperasi adalah kunci dalam merespon kebutuhan dan keinginan komunitas lokal. Lebih lanjut ia berkata, bahwa menciptakan keberlanjutan pembangunan seharusnya menjadi gerakan global sebagai united movement koperasi.

Pada hari selanjutnya, diadakan pemilihan Presiden ICA. Ariel Guarco dari Argentina berhasil terpilih menggantikan Monique F. Leroux, Presiden ICA sebelumnya. Di hari sebelumnya, Anis Saadah, HC., representasi pemuda koperasi Indonesia terpilih sebagai Sekretaris ICA Youth Committee untuk Regional Asia Pasifik. Serta menjadi salah satu member board di ICA Global Youth Committee.

Kopkun Institute di acara ini memperkenalkan Purwokerto Kota Koperasi sebagai gerakan kota koperasi pertama di Indonesia yang melibatkan banyak pihak; koperasi, kampus, pemerintah, aktor-aktor lokal, komunitas, dan lain sebagainya. Berbagai aktivitas Kopkun Institute seperti pengembangan social start-up (PEDI Help and Cleaning), Co-op change maker volunteer, Co-op change workshop, local champion incubation, banyak diapresiasi oleh kolega kooperator dari seluruh dunia. Ke depan, diharapkan Kopkun Institute akan memiliki jaringan internasional yang luas sekaligus akar lokal yang kuat. []

Short URL: http://bit.ly/2BhjJD9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *