• August 3, 2018
Kopkun Institute Gelar Bedah Buku Homo Cooperativus Collaboratus

Kopkun Institute sebagai lembaga studi dan pengembangan perkoperasian di Indonesia concern pada upaya produksi pengetahuan perkoperasian. Salah satu bentuknya adalah dengan publikasi artikel perkoperasian lewat media massa, cetak maupun online, sebagai bentuk pencerahan publik. Namun kali ini, Kopkun Institute bergerak lebih maju dengan menerbitkan sebuah buku.

Buku karya patungan banyak orang atau antologi itu berjudul Homo Cooperativus Collaboratus, Antologi Prismatik dari Praktisi, Peneliti dan Akademisi tentang Masa Depan Koperasi Indonesia. Ada 21 penulis tanah air yang diajak berkolaborasi. Beberapa nama yang tak lagi asing dalam dunia perkoperasian seperti: Suroto, HC., Arsad Dalimunte, HC., Heira Hardiyanti, HC., Anis Saadah, HC., Herliana, HC., dan sederet lainnya. Tak ketinggalan dari kalangan akademisi ikut memberi kontribusinya seperti Prof. Suliyanto, Guru Besar Ilmu Marketing FEB UNSOED, Dani Kusumastuti, Dosen IAIN Purwokerto dan lainnya.

Buku itu telah dibedah pertama kali di STMIK AMIKOM Purwokerto pada 30 Juli 2018 yang lalu. Kegiatan dibuka oleh Ketua STMIK AMIKOM, Dr. Berlilana, M.Kom. dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Kopkun Institute dengan STMIK AMIKOM. Dr. Berli mengatakan, “Kegiatan dan kerjasama ini bagus untuk kedua belah pihak. Harapannya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, sehingga riset-pengembangan teknologi di AMIKOM tak berhenti di rak-rak perpustakaan saja”, ujarnya.

Narasumber yang dihadirkan tak main-main, ada Robby Tulus, HC., yang menyambut dengan baik inisiatif Kopkun Institute dengan bukunya ini. Selain itu, Robby, yang adalah Pendiri Koperasi Kredit Indonesia, menyampaikan, “Buku atau gagasan Homo Cooperativus Collaboratus ini pantas menjadi gagasan untuk didiskusikan dan diperbincangkan. Dengan mengambil isu strategis Revolusi Industri 4.0, saya pikir buku ini menjadi sangat relevan bagi gerakan koperasi tanah air”, ujarnya.

Selain itu, Dhanar Saputra, M.Kom., Dosen STMIK AMIKOM Purwokerto, pada sesi itu mengurai perihal Revolusi Industri 4.0. Ia gambarkan mengenai dunia yang berubah dan saat ini tengah memasuki masa the internet of thing. Tentu saja, “Koperasi harus beradaptasi dengan itu agar relevan sesuai kebutuhan dan cara hidup masyarakat”, katanya.

Pembicara ketiga adalah Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute, dalam kesempatan itu ia menyampaikan, “Homo Cooperativus Collaboratus merupakan proposal untuk gerakan koperasi. Gagasan besarnya adalah bahwa di dunia yang baru ini, koperasi-koperasi perlu membangun daya kolaboratifnya secara lintas sektor dan multi pihak”, terangnya.

Bedah Buku pada siang itu dihadiri oleh 150 orang peserta dari mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum. Menjadi istimewa karena kegiatan itu juga dihadiri oleh Balu Iyer, Direktur ICA Regional Asia Pasifik. Dalam keynote speech-nya ia sampaikan, “Teknologi itu harus dipahami sebagai tools. Saat ini banyak bermunculkan platform-platform sharing economy seperti Uber, Gojek dan lainnya. Platform itu berorientasi profit saja. Itu yang membedakan dengan platform koperasi, berorientasi pada komunitas”, terangnya.

Diskusi siang hari itu berjalan asik dengan beberapa peserta yang melempar pertanyaan dan pernyataan kritisnya. Novita Puspasari, HC., Deputi Riset Kopkun Institute, sebagai moderator juga atraktif membawakan diri. Ia mulai sesi dengan melempar tanya kepada audience, “Menurut kalian, koperasi itu apa?”. Beberapa peserta secara acak menjawab dan diberikan dorprize. Salah satu jawaban peserta adalah, “Koperasi itu adalah organisasi ekonomi”, “Koperasi itu tempat meminjam uang dengan mudah”, dan beberapa jawaban lainnya.

Dalam penerbitan buku perdananya itu, Kopkun Institute memercayakan kepada SIP Publishing, yakni penerbit buku di Banyumas. “Saya sengaja percayakan buku ini untuk diterbitkan penerbit lokal. Tentu harapannya agar penerbit lokal Banyumas dapat naik kelas. Dengan memberikan kepercayaan seperti ini, maka mereka bisa tumbuh dan berkembang. Dan hasilnya, tidak mengecewakan”, terang Direktur Kopkun Institute. []

Short URL: http://bit.ly/2vzSykS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.