• February 23, 2016
Kelas Manager Kooperator Muda Sumpiuh dan Kebarongan

Selasa, 16 Februari 2016 dilaksanakan kelas manager Kopkun Institute diikuti peserta 7 orang generasi koperasi Sumpyuh dan Kebarongan, Banyumas. Berlangsung di Kopkun 3 mereka dengan tekun dan antusias mengikuti kelas yang mengurai pentingnya berorganisasi dan berKoperasi yang dimulai dari jam 19.00 sampai selesai.

Fakta bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama peserta untuk bergabung dalam organisasi dan koperasi menjadi basic wacana yang akhirnya dikembangkan menjadi pola diskusi antara pengisi materi dengan peserta. Pola diskusi terpetakan dan membentuk pola materi, interaksi lanjutan yang membuat peserta merasa “memiliki” wacana yang menjadi dasar materi.

Interaksi memperlihatkan kenyataan di lapangan banyaknya fakta yang sejalan dengan Absolute Income Hypothesis  / Teori pendapatan absolut Keynes, yang menyatakan bahwa “… Ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung tingkat pendapatan. Artinya, tingkat konsumsi tersebut harus dipenuhi, walaupun tingkat pendapatan = nol”. Bahwa peserta mempunyai permasalahan ketidakberdayaan ekonomi terkait dengan tata kelola pola manajerial financial (pemasukan, pengeluaran dan gaya hidup) yang bahkan membuat tingkat pendapatan menjadi nol, bahkan minus. Dan mereka menginginkan solusi dan pengetahuan sebagai jalan keluarnya.

Diskus dan pembelajaran membawa ke arah kesadaran, ruang simpul bahwa permasalahan tidak terselesaikan dengan sendirian, dibutuhkan kekuatan bersama (kelompok, organisasi) dari orang orang yang mempunyai permasalahan serupa untuk bersatu padu mencari akar dan solusi. Dalam bahasa Durkheim bahwa Kemunculan organisasi sebagai hal yang masuk akal bila dalam proses maksimalisasi kemampuan individu merasa bahwa mereka harus bekerja sama dengan individu lain karena pekerjaan yang harus ditanggung terlalu berat jika ditangani sendirian, bahwa organisasi merupakan sistem sosial, sebagai sistem sosial organisasi adalah entitas dimana orang (people) dan produksi dikoordinasi.

Keyakinan dan kebutuhan sebagai dasar evaluasi akhirnya menghasilkan semangat teman teman peserta Sumpyuh dan Kebarongan bahwa koperasi bisa menjadi alternatif solusi, bahwa mereka merasa perlu mempelajari koperasi lebih dalam lagi (How to be a Good Cooperative) dengan keyakinan bahwa koperasi menjadi solusi atas berbagai kesulitan yang mereka hadapi. Bahwa koperasi adalah kumpulan orang bukan kumpulan modal, Alat perjuangan membangun kemartabatan manusia dan Menciptakan ekonomi demokratis yang berkeadilan untuk dengan masa depan pribadi yang cerah. [Afif]

Short URL: Generating...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.