• August 6, 2017
FGD Penyegaran Model Bisnis Puskopen ADS

Pusat Koperasi Konsumen Anugerah Damandiri Sejahtera (Puskopen ADS) merupakan koperasi sekunder yang bergerak di sektor riil. Saat ini ada 16 koperasi primer di Jawa Tengah yang telah menjadi anggota. Sebagian besar mereka adalah koperasi-koperasi yang memiliki usaha ritel/ grosir. Pada 3-4 Agustus 2017 lalu Kopkun Institute diminta untuk menemani Focus Group Discussion (FGD) untuk lakukan penyegaran model bisnis Puskopen ADS.

Kopkun Institute menerjukan lima orang yang dipimpin oleh Konsultan Strategik, Arsad Dalimunte, HC. Di hari pertama mulai pukul 10.00 – 15.00 WIB dilakukan proses FGD bersama 19 koperasi primer anggota dan calon anggota ADS. Tujuannya untuk lakukan assessment mendalam bagaimana model dan business process mereka. Peserta dibagi menjadi dua kelompok besar: Modern Trade yang difasilitasi oleh Firdaus Putra, HC. dan Budi Angkoso, HC. Dan kelompok kedua: General Trade yang difasilitasi oleh Herliana, HC. dan Angjar Muti, HC.

Dalam pembukaan, Dr. Ali Walid, M.Si., Direktur Koperasi ADS menyampaikan, “Tujuan FGD ini adalah untuk mencari titik temu antara sekunder dengan primer koperasi. Harapannya agar layanan sekunder dapat mencapai titik optimum. Di sini kami mengundang Kopkun Institute untuk membantu proses ini. Semoga di hari terakhir kita bisa merumuskan rekomendasi strategis-taktis untuk perbaikan ke depan”, ujarnya.

Setelah lakukan assessment pada primer koperasi, malamnya Tim Fasilitator Kopkun Institute lakukan assessment menyeluruh bersama Pengurus, Badan Pengawas dan Pengelola Koperasi ADS. Sekira 20 orang diskusi intensif dan mendetail mengurai business process ADS selama ini. Mulai dari struktur kepengurusan sampai pengelola. “Tujuannya untuk mencari missing link-nya dimana sehingga kita bisa berikan rekomendasi yang tepat”, terang Herliana, HC., dalam pembukaan.

Assessment itu mengurai mulai dari struktur tata kelola, model bisnis, proses bisnis, tata keuangan secara mendetail. Peserta diajak mengurai satu per satu dengan telaten dan penuh kesabaran. Pada beberapa titik peserta diajak berdebat keras agar berbagai faktor dapat terungkap gamblang. “Kami di sini memang bertujuan untuk men-challenge asumsi-asumsi dasar Bapak-ibu. Bila proses malam ini dirasa pahit, anggaplah Bapak-ibu sedang minum pil pahit. Namun harapannya besok bisa sehat kembali”, kata Firdaus Putra, HC., dengan tegas.

Memang proses itu cukup panjang sehingga hari pertama diakhiri pukul 23.30. Peserta yang sebagian besarnya telah berpengalaman mengelola di masing-masing koperasinya dibuat untuk berpikir ulang tentang strategi, pola pengembangan Koperasi ADS. “Bapak-ibu, ADS harus memiliki model bisnis yang jelas, misalnya apakah sebagai grosir, distributor atau menjadi Distribution Center (DC). Kalau sudah ketemu, nanti business processnya akan lebih tepat sasaran”, terang Budi Angkoso, HC dan Angjar Muti, HC.

Pada hari kedua, Arsad Dalimunte, HC. memulai sesi penganyaan dan pengendapan bersama peserta. “Daya dukung eksternal yang diberikan Yayasan Damandiri kepada Koperasi ADS harus kita syukuri. Namun tidak boleh berhenti di situ, rasa syukur itu harus kita upayakan dengan membangun karya ini dengan sungguh-sungguh. Tentu saja teman-teman harus kembali pada niatan awal membangun Koperasi ADS ini. Ya, dalam rangka memberdayakan jaringan ritel koperasi dan masyarakat, kan?”, tegasnya secara reflektif.

Peserta diajak menata ulang pikiran dan mentalnya untuk membangun Koperasi ADS mendatang. “Perlu dirumuskan tata kelola yang efektif dengan menghadirkan para profesional di bidang ritel/ grosir. Sehingga tugas Pengurus cukup memastikan profesional tadi sesuai target. Sedangkan pengembangan ADS bisa saja dengan strategi berbasis regional karesidenan. Itu juga dengan memperhatikan coverage area, jarak tempuh, jalur distribusi, jumlah outlet dan sebagainya. Hasil akhirnya adalah produktivitas meningkat dengan operational cost yang rasional”, tambah Arsad.

Output dari FGD itu adalah rekomendasi-rekomendasi yang perlu dilakukan oleh ADS ke depannya. Harapannya terjadi perubahan yang akseleratif sehingga Puskopen ADS dapat mencapai visinya. []

 

Short URL: http://bit.ly/2vc6YXK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.