• June 29, 2018
Dirintis Koperasi Pekerja

PURWOKERTO – Pegiat koperasi Purwokerto dari Institute Kopkun mulai merintis koperasi pekerja. Koperasi pekerja tersebut nantinya untuk menampung para tenaga kerja dari sektor informal. “Saat ini masih pra koperasi.

Pendidikan koperasi belum ada secara formal, namun dalam waktu dekat akan dibentuk koperasi,” kata salah satu pelopor pembentukan Koperasi Pekerja, Aef Nandi Setiawan belum lama ini. Menurutnya, para anggota koperasi ini akan menyasar para pekerja sektor informal, seperti tukang kayu, tambal ban, dan tukang kunci. Saat ini yang sudah mulai dijaring dari kalangan tukang becak.

Semula para tukang becak yang direkrut yang memangkal di Jalan Kampus Unsoed Purwokerto, namun kini mulai menjaring komunitas tukang becak lain dengan mengorganisasi 60 tukang becak.

“Kami menginkubasi beberapa model salah satunya koperasi pekerja. Visinya memberdayakan pekerja informal yang tadinya tidak terorganisasi dan tidak terlindungi secara hukum,” katanya. Untuk merealisasikan pendirian Koperasi Pekerja, kini para pegiat koperasi sedang menguatkan lini bisnis.

Bisnis yang dikembangkan adalah usaha jasa perbantuan dan cleaning service dengan nama Pedihelp. “Dengan membuat koperasi jenis baru, maka koperasi yang berkembang tidak hanya jenis ritel konsumsi dan simpan pinjam, tapi koperasi pekerja dengan bidang bisnis jasa,” ujar Aef.

Koordinator Lapangan (Korlap) Pedihelp, Nadu Hadi Suwito, mengemukakan, saat ini terdapat 12 tukang becak yang memanfaatkan pekerjaan sebagai cleaning service di Pedihelp. Pesanan Pesanan yang masuk berasal dari daerah sekitar Kelurahan Grendeng, Karangwangkal, Pabuaran, Sumampir dan Bancarkember.

Paling jauh pesanan datang dari wilayah Karanglewas, Sumbang, dan Sokaraja. “Pekerjaan yang sudah kami lakukan yaitu bersih-bersih kamar mandi, kamar tidur, halaman rumah dan rumah kontrakan. Pada bulan puasa order masuk lumayan banyak hingga tukang becak kewalahan,” tuturnya.

Ongkos bersih-bersih kamar indekos Rp 30.000, namun apabila ruangan atau rumah yang dibersihkan memakan waktu lama akan dihitung ongkos harian yaitu Rp 70.000. Jika lokasi konsumen di luar area Purwokerto, dikenakan biaya tambahan untuk transportasi sebesar Rp 10.000.

Ongkos jasa yang diterima 80 persen untuk pekerja atau tukang becak, sedangkan 20 persen dikelola Koperasi Pekerja untuk operasional Pedihelp. Apabila, dalam sehari ongkos jasa petugas kebersihan mendapat Rp 70.000, berarti tukang becak itu akan menerima penghasilan bersih Rp 50.000.

Hadi yang berjualan gorengan di jalan kampus pun optimistis pesanan dari masyarakat akan semakin ramai, karena peluang jasa cleaning service besar. Apalagi, kecenderungan orang tidak sempat membersihkan rumah, kamar atau halaman akibat sibuk bekerja. (H60-52)

Sumber: https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/98594/dirintis-koperasi-pekerja

Short URL: http://bit.ly/2vzV4aO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.