• September 11, 2017
Bekerja sebagai Makaryo, In House Training Koperasi NEU

KPRI NEU Banyumas mengundang Kopkun Institute untuk up grading kapasitas manajemen inti mereka. Dalam kegiatan itu, Firdaus Putra, HC. dan Herliana, HC. membekali 25 peserta tentang mindset bekerja dan bekerja secara tertata. Kegiatan itu dilaksanakan pada Minggu, 10 September 2017 lalu di Mannayo Resto & Cafe, Sumbang.

Dalam pengantarnya, Firdaus berusaha membangun mindset karyawan untuk memaknai perkerjaan sebagai proses pengejawantahan diri. Ia sampaikan materi dalam judul, “Bekerja sebagai Makaryo dalam Kerangka Organisasi Pembelajar”. “Bila pekerjaan itu menyita alokasi waktu kita sampai 8-9 jam sehari, maka sangat disayangkan ketika kita mengerjakannya sebagai rutinitas belaka. Masa muda kita akan habis dengan percuma. Karenanya, lewat ruang kerja itu, diri kita juga harus tumbuh dan berkembang. Itulah makna makaryo yang melampaui soal gaji atau uang”, tegasnya.

Sangat kebetulan sekali para karyawan memakai pin di dada yang bertuliskan “Ayo makaryo!”. Sehingga pembumian mindset itu menjadi lebih mudah diterima. Di sisi lain, visi KPRI NEU adalah “Menjadi Koperasi Pembelajar di Jawa Tengah pada tahun 2020”. Dengan visi itu, proses pengembangan diri karyawan koperasi menjadi terbuka luas. Di bagian akhir Firdaus merekomendasikan agar visi itu mewujud dalam kebijakan lembaga. “Ya koperasi harus fasilitasi minimalnya sebulan sekali forum-forum pembelajaran bagi karyawan di luar rapat rutin. Itu akan mengembangkan kapasitas karyawan yang tentu saja berdampak positif bagi perusahaan”, katanya.

Sesi kedua Herliana membekali mereka tentang bagaimana bekerja secara terkelola. Tujuannya adalah menyegarkan karyawan siklus manajerial POACE itu. Dalam pembukaan, Herli menyampaikan ilustrasi tentang mobil, “Bila diibaratkan, mesin mobil itu sebagai kewirausahaan. Kepemimpinan itu sebagai setirnya. Sedangkan roda itu adalah bannya. Dalam cara pandang seperti itu semua unsur harus sinergis sehingga tujuan tercapai”, terangnya mengibaratkan.

Herli menyerukan bahwa kerjasama antar lini menjadi krusial. Tiap-tiap bagian memiliki fungsinya masing-masing. Melalui kepemimpinan, semua fungsi itu bisa diarahkan untuk mencapai tujuan yang sama. “Dengan kerjasama yang efektif, hasilnya bisa lebih berlipat-lipat daripada sebaliknya”, tutupnya dengan analogi kompetisi kancil dan kura-kura.

Sarwono, HC., GM KPRI NEU menyampaikan agar peserta terbuka dengan berbagai uneg-uneg atau aspirasinya. “Jangan karena ada saya jadi tidak enak. Sampaikan saja dengan terbuka sehingga bisa dicari solusi untuk kebaikan bersama”, ucapnya mendorong para peserta agar lebih aktif dalam sesi diskusi. Ketika dilakukan short assessment diketahui 95% peserta bekerja di KPRI NEU lebih karena kecintaannya pada lembaga daripada sekedar gaji atau uang. Sarwono pun merasa bangga melihat hasil penilaian cepat itu.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai sore itu juga dihadiri Pengurus koperasi, Ibu Ikka selaku Sekretaris. “Terimakasih, Mas. Jadi banyak belajar dengan Kopkun. Moga bisa berdampak positif bagi teman-teman manajemen”, ucapnya. []

Short URL: http://bit.ly/2y7TzjM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *