• November 16, 2018
Bappenas Tunjuk Kopkun Institute dalam Penyusunan Background Study RPJMN Bidang Koperasi

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Kopkun Institute dalam tim perumusan background study Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPMJN) periode 2019-2024 Bidang Koperasi. Rangkaian kegiatan dan perumusan dimulai sejak bulan Juli 2018 lalu. Riset dan kajian serta diperdalam dengan berbagai Focus Group Discussion (FGD) telah digelar. “Saat ini masuk ke tahap penyelarasan akhir”, terang Firdaus Putra, HC., Direktur Kopkun Institute.

Untuk mengerjakan amanah itu Kopkun Institute membuat Tim Adhoc yang dipimpin langsung oleh Novita Puspasari, HC., selaku Deputi Riset. Tim itu terdiri dari akademisi (Novita Puspasari, Arif Andri Wibowo), peneliti (Meifita Dian Handayani) serta praktisi (Firdaus Putra, HC., Anis Saadah, HC., Fajar Nusantara, HC., dan Aef Nandi, HC.). “Dengan melibatkan berbagai unsur, harapannya analisis lebih komprehensif dan mendalam”, terang Novita.

Novita menyampaikan bahwa background study disusun dengan membaca existing condition perkoperasian saat ini serta tantangan masa depan. “Pada titik itu kami highlight perihal Revolusi Industri 4.0 yang massif di ruang ekonomi/ bisnis. Selain itu juga kami sangat perhatikan keberadaan generasi milenial yang secara demografis signifikan, yakni 35% dari total penduduk saat ini. Ditambah tentu saja adalah tantangan bonus demografi yang puncaknya pada 2030 mendatang. Hal-hal itu kami highlight agar koperasi aware terhadap tantangan di lima sampai sepuluh tahun mendatang”, terangnya.

Kopkun Institute juga akan mengamplifikasi pentingnya inovasi bagi koperasi tanah air. Perkembangan model bisnis serta jenis koperasi terlihat stagnan disebabkan salah satunya karena rendahnya riset dan pengembangan. Urgensi inovasi ini selaras dengan Roadmap Making Indonesia 4.0 yang salah satu pilarnya adalah membangun ekosistem inovasi di semua lini. “Kami membayangkan riilnya adalah koperasi wajib alokasikan dana inovasi sekian persen diambil dari pendapatan. Operasionalnya bisa dikerjasamakan dengan laboratorium koperasi, kampus atau lembaga penelitian lainnya”. []

Short URL: http://bit.ly/2zStPdG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.