• November 27, 2015
Mengenalkan Homo Cooperativus di Universitas Paramadina

Indonesia dikenal sebagai bangsa besar yang memiliki kekayaan alam melimpah serta kebudayaan masyarakatnya yang beranekaragam. Hal itu pada kenyataan hidup sehari-hari seringkali tidak sesuai dengan keunggulan alam yang ada. Meski secara sumber daya alam unggul,namun bagaimanakah dengan manusianya? benarkah kekayaan alam dan budaya yang ada sudah sejalan dengan kondisi kehidupan sehari-hari? Apakah kemakmuran sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat baik yang berada di pegunungan maupun yang berada di pinggir pantai? Kemudian, apakah kebudayaan masyarakat Indonesia sudah mampu menjadi penopang kemajuan bangsa? Bagaimanakah wajah manusia Indonesia seutuhnya? Apakah ide revolusi mental sesuai dengan profil manusia Indonesia?

Dari latar belakang di atas Universitas Paramadina menyelenggarakan kegiatan Paramadina Research Day (PRD) 2015 pada tanggal 25 November 2015. Tujuan dari agenda ini yaitu untuk mendorong dan meningkatkan peran praktisi dan akademisi pada pengembangan manusia Indonesia sebagai sumber daya terbesar dari bangsa Indonesia ini.  Tujuan lainnya adalah untuk mendorong hadirnya kreativitas masyarakat dalam menghasilkan produk budaya untuk mempersiapkan masyarakan dalam menghadapi tantangan global.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmanzah, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan topik ini dipilih karena sumber daya manusia (SDM) sangat penting sebagai sumber keunggulan kompetisi (competitive advantage).

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof.H.Mohamad Nasir, Ph.D., Ak yang sebelumnya dijadwalkan hadir untuk memberikan keynote speaker akan tetapi berhalangan hadir karena tugas negara dan digantikan oleh Bp Totok A.Soefijanto, Ed.D yang menyampaikan materi “Mendidik dengan karakter: Membangun Manusia Indonesia untuk Abad ke-21.”

Pembicara kehormatan pada PRD 2015 adalah  Bapak Lee Kang Hyun,Direktur PT.Samsung Elektronik Indonesia.  PT.Samsung Elektronik adalah perusahaan yang cukup fenomenal di awal tahun 2000-an.  Tahun 2012 profit global Samsung sudah melampaui profit Apple. Samsung adalah contoh perusahaan Asia yang mampu menjadi nomor satu di dunia dan peduli terhadap kualitas SDM “Sikap mental, mind, attitude, harus berubah untuk menjadi first player“, ungkapnya. Hal lain yang penting adalah tambahnya “Challenge, speed dan Go Together.”

Kegiatan ini melibatkan para akademisi,  Peneliti dan Praktisi dari berbagai bidang atau sektor seperti: Teknologi Informasi, Komunikasi, Falsafah dan Agama, Psikologi, Manajemen dan Bisnis, Hubungan Internasional, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk Industri. Deputi Riset dan Pengembangan Kopkun Institute yang kini sedang mengabdi di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Dodi Faedlulloh, ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Paper yang dipresentasikan berjudul “Homo Cooperativus: Redefinisi Makna Manusia Indonesia”. Dalam papernya, Dodi menuangkan gagasan tentang pentingnya menggali kembali imajinasi tentang siapakah Manusia Indonesia.

Di tengah ramainya pemaknaan filsafat postmodern tentang subjek yang telah mati dalam situasi kontemporer, kemudian di tengah derasnya arus kapitalisme yang melahirkan manusia-manusia yang individualistis, instan dan konsumtif, maka menurut Dodi mengembalikan posisi makna Manusia Indonesia menjadi hal yang relevan dan tetap penting. Gagasan “Revolusi Mental” dari Presiden Jokowi bisa menjadi momentum untuk melakukan pencarian ulang makna Manusia Indonesia tersebut. Berarti ada mental yang menghilang dan perlu direvolusi. “Gotong royong dan musyawarah mufakat adalah bagian budaya yang melembaga dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dirawat dan diwariskan oleh para pendiri bangsa yang kemudian dituangkan dalam dasar negara dan konstitusi. Dua hal ini yang laki-laki kelahiran Tasikmalanya ini coba elaborasi lebih dalam.

Dalam pembahasan papernya, konsep yang relevan sebagai sintesis mengenai gagasan ini yaitu Homo Cooperativus. Homo Cooperativus adalah manusia yang sadar bahwa mereka mempunyai kepentingan pribadi, namun untuk mencapai beberapa kepentingannya itu harus bekerjasama dengan orang lain. Kerjasama yang dilakukan selalu melalui proses musyawarah yang demokratis. Praktik kehidupan seperti ini secara empiris bisa ditemui dalam keseharian masyarakat Indonesia baik formal maupun non-formal. Salah satu bentuk realisasi yang menjadi contoh dalam paper ini yaitu melalui koperasi sebagai wadah kerjasama aspirasi individu-individu yang berkolektif di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Koperasi dikelola secara demokratis, berarti mengedepankan aspek musyarawah para anggotanya dalam setiap langkah kerjasama atau aktivitas gotong royong yang dilakukan. Paper hasil buah pikir dari Dodi Faedlulloh, ini mendapatkan penghargaan sebagai Best Paper dari sekitar 60 paper yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. Selamat! []

Short URL: http://bit.ly/1KkRyFQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.