Tentang Kopkun Institute

Sejarah

Kopkun Institute berdiri pada bulan April 2015. Lembaga ini merupakan lembaga semi-otonom dari Koperasi Konsumen Kopkun. Latar belakang pendirian Kopkun Institute erat kaitannya dengan dinamika gerakan koperasi di Indonesia. Saat ini sedikitnya ada tiga masalah yang perlu diperhatikan:

  • Masalah integrasi kinerja koperasi dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia. Data menyebut bahwa UMKM memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 67% sedangkan koperasi hanya 2%. Hal ini merupakan gejala bahwa kinerja koperasi kurang terintegrasi dengan geliat UMKM di Banyumas atau secara umum di Indonesia.
  • Produksi pengetahuan perkoperasian yang mengalami stagnasi dan cenderung menurun. Sedikit menemukan tokok pemikir baru dalam isu besar koperasi, ekonomi kerakyatan, ekonomi konstitusi, demokrasi ekonomi atau terminologi sejenis lainnya. Di sisi lain, teori-teori kapitalisme pasar saban disokong oleh para akademisi terbaik di republik ini.
  • Rendahnya inovasi dalam gerakan koperasi tanah air. Inovasi baik dalam segi tata kelola, aplikasi teknologi, sistem manajemen, pemberdayaan anggota dan lain sebagainya.
  • Minimnya Sumber Daya Manusia handal yang berkiprah/ berkarir di gerakan koperasi dan UMKM pada umumnya. Sektor ini ditinggalkan orang-orang berkualitas sehingga geliatnya tak secepat sektor swasta lainnya.

Beberapa masalah mendasar itu menginspirasi kooperator di Koperasi Konsumen Kopkun mendirikan Kopkun Institute. Tentu harapannya Kopkun Institute bisa memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk memberikan solusi yang paling terjangkau.

Visi dan Misi

Visi besar Kopkun Institute adalah menjadi institut sosial ekonomi dan koperasi yang ikut membangun dan mengembangkan kapasitas kelembagaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia dan Banyumas. Hal itu diwujudkan dengan tiga misi utama:

  1. Menyelenggarakan riset dan pengembangan dalam domain koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
  3. Menyelenggarakan pemberdayaan sosial dalam bentuk asistensi dan konsultansi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.

Dengan tiga aktivitas utama tersebut, Kopkun Institute diharapkan bisa mengurai masalah-masalah sosial ekonomi di masyarakat akar rumput. Pendekatan yang utama yang ditawarkan Kopkun Institute adalah pendekatan kapasitas kelembagaan dengan asumsi dasar bahwa pendekatan kelembagaan akan bisa diharapkan keberlanjutannya (sustainability). Sehingga pembangunan dan pengembangan kapasitas adalah kunci dari berbagai fasilitasi atau asistensi yang dilakukan Kopkun Institute.

Sifat

Kopkun Institute bersifat nir-laba yang diformat sebagai lembaga sosial non-partisan. Cara kerja yang dikembangkan Kopkun Institute adalah kolaborasi antar pihak untuk mempertinggi modal sosial yang ada.

 

Pengelola

Pengelola