Wilayah Italia Dimana Koperasi Menghasilkan Sepertiga dari PDB-nya

Enam hal yang dapat kita pelajari dari wilayah Emilia Romagna di Italia Utara, di mana koperasi mendorong perekonomian.

Bayangkan hari seperti ini: Anda bangun dan menuju pekerjaan Anda di sebuah perusahaan kecil yang Anda miliki dan kelola bersama dengan rekan kerja Anda, melakukan teknologi tinggi, manufaktur canggih dan spesial untuk pabrik yang lebih besar. Untuk makan siang, Anda mampir ke restoran milik koperasi pekerja lain, perusahaan berskala nasional yang melayani jutaan pelanggan setiap tahun. Saat kembali bekerja, Anda mengadakan pertemuan dengan koperasi pertanian lokal yang mengontrak perusahaan Anda untuk membantu merancang beberapa bahan pemrosesan yang lebih efisien untuk makanan yang mereka hasilkan dan ekspor ke seluruh dunia. Setelah itu, Anda bertemu dengan pasangan Anda, yang bekerja dalam sebuah koperasi sosial yang dimiliki bersama oleh pengasuh dan tetua yang tinggal dan menerima perawatan di sana. Anda berdua mampir ke toko kelontong setempat — bagian dari rantai nasional yang dimiliki jutaan pelanggannya — dan mengambil sebotol anggur yang diproduksi oleh koperasi. Ini adalah hari dalam kehidupan ekonomi kooperatif di wilayah Emilia Romagna, Italia Utara.

Emilia Romagna, sebuah wilayah dengan hampir 4,5 juta orang yang ibukotanya adalah kota universitas abad pertengahan Bologna, memiliki salah satu ekonomi koperasi terpadat di dunia. Sekitar dua dari setiap tiga penduduk adalah anggota koperasi, secara bersama-sama memproduksi sekitar 30 persen dari PDB daerah.

Menjalankan bisnis melalui koperasi adalah salah satu cara paling jelas untuk mendemokrasikan institusi ekonomi kita. Namun koperasi bukanlah sihir, siapapun orang yang telah mengembangkan atau berkecimpung di koperasi akan memberi tahu Anda akan hal tersebut.

Adalah bukan hal yang mudah untuk membangun institusi yang melawan arus kapitalisme korporat, sambil mengelola agar dapat bertahan di pasar yang diciptakannya.Ada banyak ruang untuk gagal, namun lebih banyak ruang untuk melakukan hal yang lebih baik.Saat koperasi di Amerika Serikat mengklaim sekitar 130 juta keanggotaan, sejatinya ia terlihat besar karena koperasinya dimiliki oleh konsumen dan produsen, bukan koperasi sebagai tempat kerja. Hanya sekitar 7.000 orang di seluruh negeri yang merupakan bagian dari koperasi pekerja.

Itulah kenapa akan sangat membantu, jika kita mau belajar dari negara-negara yang ekonomi kooperasinya lebih maju dan lebih terintegrasi dengan solid daripada di Amerika Serikat — bukan karena mereka utopian, atau negeri khayalan pasca-kapitalis, tetapi karena mereka memiliki pengalaman sangat berharga yang dapat dibagikan kepada pelaku koperasi lain, bagaimana meningkatkan skala ekonomi kemasyarakatan secara efektif dan kreatif.

Bagaimana jaringan kerjasama yang kompleks, terjalin, dan tangguh di Italia Utara berkembang dan bertumbuh? Itulah pertanyaan yang diajukan Vera Zamagni, cendekiawan koperasi terkemuka di Emilia Romagna yang juga profesor sejarah ekonomi di Universitas Bologna, berusaha menjawab fenomena tersebut sepanjang kariernya .

Dalam karyanya, Zamagni menunjukkan bahwa ekonomi koperasi Emilia Romagna merupakan bentuk pengorganisasian yang dulu pernah terjadi sekitar tahun 1850-an, berkembang bersama dengan tradisi pertanian yang kaya, sarat dengan nilai tambah dan mampu bertahan meski menemui perjumpaan historis yang brutal dengan fasisme.

Ketika sebuah koperasi susu Italia dapat mengumpulkan pembiayaan lebih dari $ 6 juta melalui penerbitan obligasi yang didukung oleh perusahaan keju Parmesan — seperti yang terjadi pada awal tahun ini ketika pasar Parmesan tidak dapat meyakinkan bank–mudah sekali merasakan kekhawatiran seakan kondisi saat itu penuh resiko.

Kita tidak dapat benar-benar meniru apa yang telah dihasilkan oleh masyarakat Emilia Romagna, tetapi ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Berikut adalah enam poin pelajaran utama untuk membangun ekonomi koperasi yang kuat & berdaya.

romagna

1.Membangun ekosistem, bukan monolith (kesatuan terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh)

Bagi  banyak pendukung koperasi di Amerika Serikat, Mondragon yang berada di wilayah Bosque, yang memiliki sepuluh ribu worker-owners dan bisnis koperasi terhubung dengan satu perusahaan raksasa- adalah referensi langsung untuk meyakinkan orang orang bahwa koperasi dapat mencapai skala besar. Tidak untuk Zamagni, “ Amerika utara lebih menyukai perusahaan Mondragon karena ia menyerupai korporasi amerika pada umumnya, tetapi dengan prinsip manajemen yang berbeda” dia mengatakan. Tapi ini adalah kasus unik dimana belum pernah tereplikasi di tempat lain.

Di Emilia Romagna, gerakan koperasi lebih terlihat seperti ekosistem jaringan daripada sebuah jaringan korporasi tunggal yang menyeluruh. Ini adalah kunci keunggulan. Jika anda tidak bisa membangun perusahaan raksasa karena sector yang anda kerjakan membutuhkan fleksibilitas dan spesialisasi, atau jika kaerana orang terlibat tidak tertarik menjadi bagian dari perusahaan raksasa, kemudian Zamagni mengatakan bentuk jaringan dapat memberikan kamu keuntungan skala tanpa overcentralisasi. Di italia, gerakan koperasi bukanlah satu perusahaan tunggal ,tetapi seluruh struktur yang terhubung “ horizontal, vertical danpelengkap” yang saling mendukung secara keuanganya.

Untuk mereka yang berharap membangun koperasi di Amerika serikat, pola ekosistem, dimana berbagai usaha koperasi dan upaya pengembangan yang berbeda berinteraksi dalam jaringan saling mendukung bagi yang sedang dalam posisi goyah, kemungkinan tempat yang jauh lebih baik untuk memilai daripada mencoba meniru  pendekatan yang lebih monolithic dari inisiatif seperti Mondragon. Sebyah Ekosistem jaringan, – terdesentralisasi dan tangguh- dapat memanfaatkan energy dan kepentingan pada berbagai tingkat dan di berbagai sector untuk berkembang, tumbuh dan berhasil.

2. Meningkatkan modal dari pelanggan.

Jika jumlah pekerja koperasi di Emilia Romagna sangat mengesankan,maka  skala koperasi konsumen di sector ritel italis sangat menginspirasi. Koperasi adalah jaringan ritel terbesar di Italisa, dengan supermarket dan “hypermarket” mengklaim sebesar 20% pangsa pasar,  dan seluruh perusahaan dimiliki oleh 7.4 juta pelanggan anggota di seluruh negeri. Bagaimana itu menjadi begitu besar?

Jawabanya adalah, ternyata, crowdfunding. Menurut Zamagni, setelah Undang Undang tahun 1971 yang membebaskan koperasi dari batasan perbankan tertentu, koperasi mampu mengumpulkan banyak uang dalam jumlah kecil dari banyak anggota. Koperasi menjadi bagian dari pemimpin ritel di talia karena bisa memanfaatakan basis keanggotaanya yang sudah cukup besar  untuk pinjaman yang perlu di perluas. Jenis pinjaman bottom-up ini mencakup lebih dari setengah dana yang diperlukan koperasi untuk upaya ekspansi dua decade yang sangat penting di era 80-an dan 90-an.

3. Merambah pasar kerja perawatan

Banyak orang khawatir dengan alasan yang cukup bagus bahwa koperasi tidak akan mampu berkompetisi dengan perusahaan tradisional tanpa mengabaikan misi social mereka. Tetapi fokus pada koperasi sebagai perusahaan yang digerakkan oleh pasar mungkin merupakan kesalahan.Di Italia koperasi social sedang tumbuh, tidak sebagai cara untuk menghasilkan barang dan jasa untuk dijual, tetapi sebagai cara untuk untuk memberikan pelayanan social secara lebih efektif

Zamagni menjelaskan bahwa birokrasi layanan kesejahteraan sangat mahal dengan kualitas yang rendah, sehingga masyarakat memulai untuk self-organizing untuk memberikan layanan yang berkaitan dengan layanan kunci, yang kemudian pemerintan  membantu merumuskan dengan undang undang yang baru untuk koperasi multi-stakeholder. Hal ini mengijinkan pemberi bantuan dan penerima bantuan untuk bekerja bersama untuk memberikan layanan.

Hasilnya sangat mengesankan. Di Bologna, misalnya sebanyak 85%  layanan social kota diberikan melalui koperasi. Beberapa segment yang paling menarik dalam film WEconomics, Italy, yang menggambarkan  ekonomi koperasi Bologna, berputar di sekitar koperasi social. Para Pembuat film membawa kita ke dalam koperasi perawatan anak dan lansia yang sama bersemangatnya. Keduanya adalah tempat kerja yang dibangun disekitar kasih saying – bukan profit- dan di rancang dengan minat pekerja dan mereka menerima perawatan dalam pikiran.

Di sini, koperasi adalah lembaga masyarakat yang memanusiakan layanan sosial dengan cara yang tidak hanya dari negara atau mekanisme pasar saja.Pekerjaan perawatan sudah menjadi sector utama bagi gerakan koperasi pekerja di Amerika Serikat yang jauh lebih kecil, terhitung sekitar sepertiga dari 7000 atau lebih worker-owners di amerika serika. Tetapi contoh di Italia menunjukan kita bisa berpikir jauh lebih besar.

4. Persoalan Politik

Pertumbuhan koperasi di Italia telah didorong oleh koneksi mendalam yang mengatur komitmen politik dan nilai lebih luas, Dua federasi terbesar Legacoop dan Confcooperative, diorganisir dengan ikatan sejarah yang kuat dengan Partai komunnis Italia dan gereja katolik. Bagi Zamagni, itu “ Ideologi Komunitarian yang kuat” Ini Membantu Oang mendirikan bisnis mengakar pada solidaritas daripada kuntungan semata.

Menariknya, karena Italy memiliki dua atau tiga yayasan koperasi yang bersaing dengan  dengan nilai politik yang berbeda sejak periode  setelah perang dunia II, pendanaan koperasi belum teridentifikasi dengan satu kubu politik tertentu. Secara hukum, koperasi di Italy harus menyumbangkan sebagian dari keuntungan mereka ke federasi koperasi untuk  mendanai pengembangan lebih lanjut dari lebih banyak koperasi, tetapi mereka harus memilih yang mana. Pluralisme disini layak dicatat, orang memliki perbedaan alasan untuk mendemokratisasikan ekonomi, dan itu mungkin tidak menjadi masalah  jika mereka membangun organisasi paralalel untuk melakukanya.

5. Persoalan Kebijakan

Dalam video yang di rilis Februari ini, Pekerja Carrier di Indianapolis menghadapi  pejabat perusahaan yang tak berperasaan  yang menjelaskan bahwa pekerjaan mereka dieliminasi untuk keuntungan perusahaan. Di amerika serikat, biasanya itu menjadi akhir cerita, tetapi hukum koperasi di Italia membuka lebih banyak kemungkinan.

Dibawah hokum Marcora, Uang asuransi karena menganggur dapat digunakan sebagai modal untuk bekerjasama tempat kerja mereka sebagai gantinya. Dengan bantuan hukum, lebih dari 9000 yang keluar dari pekerjaan telah menciptakan 257 bisnis worker –owner dalam 30 tahun terakhir, seperti WBO Italcable di Naples, sebuah pabrik baja bekerjasama pada Desember 2015 setelah pemilik multinasional menutup pabrik

Dengan serangkaian kebijakan pelengkap memfasilitasi akses ke permodalan, koperasi di itali telah mampu memperluas  jauh lebih dari banyak daripada yang seharusnya jika mereka bermain dengan aturan yang sama dengan perusahaan non- koperasi. Zamagni menyoroti  secara khusus RUU tahun 1977 membebaskan keuntungan koperasi dari pajak perusahaan dan secara hukum mewajibkan koperasi untuk mengalihkan 3 persen dari profit ke salah satu dana pengembangan koperasi yang di kelola dibawah federasi payung koperasi, sangat mengakselerasi keduanya dari jumlah uang koperasi dapat di investasikan kembali ke mereka dan gerakan yang lebih luas. Hukum Marcora untuk mengamankan pekerjaan dengan mengubah perusahaan menjadi tidak masuk akal dalam isolasi. Itu hanya bekerja dengan ekosistem pengembangan koperasi yang kuat, didanai dengan baik dan dengan kebijakan yang membuat koperasi dikenali di bawah undang-undang yang mendukung mereka dengan subsidi publik

6. Koperasi Bukan Peluru Ajaib

Dengan semua energy koperasi ini, kamu mungkin membuat kesalahan dengan berpikir bahwa ekonomi italia berjalan dengan sangat baik. Tidak seperti itu. Krisis utang Euro masih jauh dari selesai, dan pengangguran pemuda di Itali telah sangat tinggi lebih dari 40 persen.

Sementara tingkay pengangguran anak muda di Emilia Romagna masih tinggi, tidak ada tempat di Italia selatan, dimana pada tahun 2014 beberapa daerah melihat hamper 60 persen orang berusia 15-24 tahun tidak dapat menemukan pekerjaan.

Laporan tahun 2013 dari European Research Institute on Cooperative and Social Enterprises menunjukkan bahwa “selama masa krisis… pola pertumbuhan berbagai bentuk koperasi sangat berbeda dari bentuk-bentuk perusahaan lain.” Analisis ini menunjukkan “anti-siklus fungsi “koperasi.

Selama empat tahun pertama krisis Eropa yang sedang berlangsung, laporan menunjukkan bahwa koperasi sebenarnya menciptakan peningkatan keuntungan dalam pekerjaan. Ketenagakerjaan dalam koperasi Italia meningkat 8 persen antara tahun 2007 dan 2011. Selanjutnya, kinerja “anti-siklikal” ini tampaknya “terutama disebabkan oleh penciptaan koperasi baru.” Dengan kata lain, ketika ekonomi global runtuh, orang-orang di Italia berubah untuk koperasi untuk maju.

Karena kepercayaan terhadap sistem ekonomi saat ini terus terkikis — dengan 70 persen orang Amerika percaya bahwa ekonomi dicurangi terhadap mereka — kita harus memperhatikan pelajaran yang dapat diajarkan oleh Italia tentang bagaimana koperasi dapat menjadi bagian dari alternatif.

Diterjemahkan dari https://bit.ly/29rgMpz

oleh Almandri L  Putra & Anis Saadah

 

Short URL: http://bit.ly/2MqbYQe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.