Berbagi Kepemilikan Memerlukan Tata Kelola Distributif

Tanya Jawab dengan Trebor Scholz

Apa tantangan khusus yang dihadapi platform koperasi ketika menyangkut tata kelola – misalnya terkait dengan teknologi yang berubah dengan cepat atau kepemilikan data?

Koperasi bukan hanya tentang kepemilikan bersama, yang paling penting adalah tentang tata kelola yang demokratis. Koperasi sebagai central model tata kelola distributif, masih menjadi tantangan tersendiri bagi jenis jenis koperasi saat ini. Masih sering ditemui orang orang di dalam koperasi keberatan mengimplementasi tata kelola berbagi.

Tetapi Tirani Jarak (The Tyranny of Distance) menimbulkan berbagai persoalan tata kelola. Misalnya koperasi pertanian di pedesaan Gujarat (India). Tidak mudah bagi para wanita yang bekerja di lahan pertanian yang sangat luas untuk benar-benar merasa menjadi anggota Asosiasi Perempuan Mandiri (SEWA). Bagaimana mereka bisa mulai berpartisipasi dalam aktifitas sehari-hari dalam federasi koperasi ini? Masalahnya tidak hilang ketika koperasi bergabung dengan ekonomi digital.

Dalam demokrasi, kita semua harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam membentuk struktur yang paling kita andalkan. Tetapi salah satu patologi platform kapitalisme telah melatih orang untuk menjadi pengikut, itu membuat mereka berpikir bahwa mereka adalah pekerja, bukan pemilik kolektif. Sulit mengubah pola pikir dalam semalam.

Bagaimana platform co-ops memotivasi anggota untuk bertindak lebih seperti pemilik?

Platform koperasi produksi  Stocksy menyelenggarakan lokakarya bagi anggotanya dalam hal mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam tata kelola koperasi.

Alat-alat online seperti Loomio, LiquidFeedback, dan DemocracyOS membantu kelompok yang tersebar untuk melakukan diskusi secara berkelanjutan, menjelaskan pendapat kelompok secara keseluruhan, dan kemudian membuat keputusan bersama. Meskipun alat ini masih belum disesuaikan dengan kebutuhan dari koperasi koperasi secara keseluruhan yang ada hari ini.

Saya menganggap bentuk organisasi dan tata kelola dengan model platform koperasi memiliki intervensi penting dalam gig economy   di mana “orang dalam adalah yang memberikan modal dalam perusahaan, dan tenaga kerja adalah orang luar yang disewa untuk bekerja.” Sebagaimana Marjorie Kelly katakan dalam Memiliki Masa Depan Kita: Revolusi Kepemilikan Yang Muncul (139). Dalam platform koperasi, anggota lain adalah rekan pemilik, bukan tuan Anda.

Model platform koperasi menempatkan pekerja di kursi kendali keputusan ketika platform tersebut dimiliki oleh mereka sendiri. Mereka dapat memutuskan bagaimana kepemilikan data, transparansi algoritme, dan hosting ditangani. Mereka dapat memutuskan apakah mereka akan menetapkan sebagai open source, atau tidak.

Dan apa keuntungan yang dimiliki platform koperasi dibanding yang konvensional dalam hal kemudahan tata kelola?

Mari kita mulai dengan membandingkan platform koperasi dengan “perusahaan-perusahaan seperti konvensional,” seperti yang disebut oleh sosiolog yang dipanggil oleh Juliet Schor. Dengan platform konvensional, fokusnya terbatas secara inheren. Anda tidak dapat memfasilitasi kepemilikan data kolektif atau transparansi algoritmik. Namun, struktur koperasi, memfasilitasi pembuatan keputusan kolektif dan demokratis. Platform co-ops seperti Rchain, Loconomics, dan MIDATA.coop menantang headon ini, dengan membagikan basis kode mereka pada GitHub dan dengan mengizinkan anggota untuk mengatur secara langsung platform mereka sendiri.

Pelajaran apa yang dapat dipelajari oleh platform koperasi dari gerakan kerjasama yang lebih luas – dari kegagalan tata kelola serta keberhasilannya? Dan dapatkah pengalaman platform koperasi menawarkan pelajaran yang bermanfaat bagi gerakan co-op yang lebih luas sebagai balasannya?

Kegagalan harus disambut, dirangkul, dan diharapkan. Pada titik ini, beberapa platform co-ops masih gagal dalam tata kelola demokratis yang sejati, tetapi saya melihat upaya bersama untuk mengubahnya. Koperasi  dapat merangkul alat-alat seperti Loomio dan bereksperimen dengan model pemerintahan seperti Holacracy, yang sebagian mengilhami banyak platform co-ops. Kode praktik tata kelola akan menjadi langkah maju yang bermanfaat.

Diterjemahkan dari https://bit.ly/2LjaJm4

Short URL: http://bit.ly/2kqjsqu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *