Asas Kekeluargaan

Oleh: Dr. Revrisond Baswir*

Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 secara tegas mengamanatkan agar “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Karena perekonomian secara keseluruhan diamanatkan untuk disusun berdasarkan asas kekeluargaan, maka seluruh lini dan bagian dalam perekonomian Indonesia seharusnya juga disusun dengan asas tersebut. Artinya, pada tingkat dunia usaha, asas kekeluargaan seharusnya diamalkan pula oleh seluruh pelaku usaha di Indonesia.

Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan asas kekeluargaan? Menurut Bung Hatta, “Asas kekeluargaan itu ialah koperasi. Asas kekeluargaan itu adalah istilah dari Taman Siswa untuk menunjukkan bagaimana guru dan murid-murid yang tinggal padanya hidup sebagai suatu keluarga. Itu pulalah hendaknya corak koperasi Indonesia,” (Hatta, 1977).

Berdasarkan penjelasan Bung Hatta tersebut dapat diketahui bahwa secara langsung asas kekeluargaan memang identik dengan koperasi. Namun demikian, sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, karena Pasal 33 UUD 1945 telah mengangkat jati diri koperasi itu sebagai asas perekonomian nasional, maka badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta pun sesungguhnya memiliki kewajiban untuk mengamalkan asas tersebut.

Pengamalan asas kekeluargaan oleh koperasi dapat ditelusuri antara lain dengan menyimak dua Prinsip Koperasi berikut. Pada koperasi berlaku prinsip keanggotaan yang bersifat sukarela dan terbuka. Artinya, setiap orang yang memiliki kepentingan dalam lapangan usaha koperasi dapat menjadi anggota koperasi itu. Selanjutnya, pada koperasi juga berlaku prinsip pengendalian oleh anggota secara demokratis. Artinya, setiap anggota koperasi memiliki hak suara yang sama, satu orang satu suara.

Dengan mengamalkan kedua prinsip tersebut, maka koperasi tidak hanya membebaskan diri dari jebakan individualisme. Bersamaan dengan itu koperasi juga berusaha membebaskan diri dari jebakan hubungan buruh majikan sebagaimana terdapat pada perseroan. Terlepas dari kedudukan dan jabatannya, setiap orang yang turut berperan memajukan koperasi pada dasarnya memiliki kedudukan yang sama, yaitu sebagai anggota koperasi.

Tindakan apakah yang dapat dilakukan agar asas kekeluargaan dapat diamalkan pula oleh perseroan? Pertanyaan ini terutama sangat relevan diajukan kepada BUMN. Secara substansial, BUMN adalah perusahaan milik rakyat. Namun dalam kenyataannya, saat ini hampir seluruh BUMN diselenggarakan dengan badan hukum berbentuk perseroan terbatas (PT).

Secara teoritik terdapat empat tindakan yang dapat dilakukan untuk mengamalkan asas kekeluargaan yang merupakan jati diri koperasi itu dalam lingkungan perseroan. Pertama, inisiatif pekerja, yaitu dengan meningkatkan partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan. Kedua, inisiatif Serikat Pekerja, yaitu melalui penyusunan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang demokratis. Ketiga, inisiatif manajerial, yaitu melalui pelaksanaan program kepemilikan saham oleh pekerja. Keempat, inisiatif pemerintah, yaitu melalui penerbitan UU (Poole, Lansbury, dan Wailes, 2001).

Karena merupakan amanat UUD, maka bagi pemerintah Indonesia sesungguhnya tidak ada pilihan lain kecuali memenuhi amanat tersebut melalui penerbitan UU. Tetapi disinilah pokok masalahnya. Penyusunan UU BUMN dan UU PT selama ini, sebagaimana halnya UU Koperasi, cenderung dilakukan dengan mengabaikan amanat UUD. Hal itu tampak secara mencolok pada pembatalan UU Koperasi No. 17/2012 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu yang lalu.

Untuk memastikan agar asas kekeluargaan diamalkan pula oleh BUMN dan perusahaan swasta, maka ada baiknya bila segera dilakukan amandemen terhadap UU BUMN dan UU PT. Dengan tersusunnya UU BUMN dan UU PT yang sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, mudah-mudahan masyarakat adil makmur sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa dapat segera diwujudkan pula. Semoga.

*) Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM

**) Tulisan ini sebelumnya dipublikasikan pada harian Kedaulatan Rakyat, Jumat, 11 Maret 2016. Dipublikasikan ulang di Kopkun Institute dengan tujuan pendidikan.

Short URL: http://bit.ly/1Vc04tK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.